Tuesday, 14 March 2017

 
Diabetes gestasional adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah ibu hamil menjadi tinggi selama kehamilan walaupun sebelum hamil tidak pernah didiagnosa menderita diabetes, biasanya menghilang setelah melahirkan. Jenis diabetes ini disebabkan oleh perubahan dalam cara tubuh wanita merespon hormon insulin selama kehamilannya.  


karena sewaktu hamil tubuh wanita memproduksi lebih banyak hormon, seperti progesteron dan estrogen, yang menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap kerja dari insulin. Oleh karena itu, glukosa tidak dapat lagi masuk ke dalam sel dan kadar glukosa dalam darah tetap tinggi. Hal ini menyebabkan lebih banyak glukosa yang mengalir ke janin dalam menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Biasanya, tubuh wanita hamil akan memproduksi lebih banyak insulin untuk mengatasi peningkatan kadar glukosa di dalam darah. Namun, pada beberapa wanita, tubuh mereka tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup, sehingga menyebabkan kadar glukosa darah tetap tinggi yang mana hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi, menyebabkan diabetes gestasional.

Diabetes kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan yang membahayakan ibu hamil dan bayinya. Risiko komplikasi bagi ibu hamil mencakup hipertensi kehamilan (pre-eklamsia), edema (pembengkakan), cairan ketuban terlalu banyak, melahirkan bayi lebih besar dari ukuran normal (makrosomia) dan persalinan prematur. Potensi risiko untuk bayinya termasuk penyakit kuning, gula darah rendah dan kesulitan bernafas saat lahir.

Tanda dan gejala dari diabetes melitus gestasional sangatlah mirip dengan penderita diabetes melitus pada umumnya, yaitu :
  1. Poliuria (banyak kencing)
  2. Polidipsia (haus dan banyak minum) dan polifagia (banyak makan)
  3. Pusing, mual dan muntah
  4. Obesitas, TFU > normal
  5. Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus vulva
  6. Ketonemia (kadar keton berlebihan dalam darah)
  7. Glikosuria(ekskresi glikosa ke dalam urin)
  8. Gula darah 2 jam > 200mg/dl
  9. Gula darah sewaktu > 200 mg/dl
  10. Gula darah puasa > 126 mg/dl
  11. Keluhan yang sering dihubungkan dengan  diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk,  kesemutan.
Biasanya penyakit diabetes gestasional memang tidak pernah menunjukkan gejala apapun, sehingga harus melakukan pemeriksaan tes, dan juga screening untuk semua wanita hamil agar melakukan deteksi pada penyakit ini. Penyakit diabetes melitus yang terjadi di masa kehamilan biasanya terjadi sekitar 2-5% dari semua kasus kehamilan. Dan untuk penyakit ini biasanya bersifat sementara dan akan mengalami peningkatan atau bahkan menghilangkan pasca melahirkan. Penyakit ini bisa disembuhkan, namun hal yang paling penting dilakukan adalah membutuhkan pengawasan medis yang cocok dan tepat selama masa kehamilan berlangsung.
Cara merawat diabetes pada ibu hamil
  1. Mencoba untuk melakukan diet yang sehat. Selama hamil memang ibu tidak disarankan untuk diet atau menurunkan berat badan dengan usaha yang keras. Namun ketika hasil pemeriksaan sudah menunjukkan ibu terkena diabetes maka ibu harus mengelola makan yang masuk ke tubuh. Beberapa contoh diet untuk ibu hamil, seperti:
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu dan keju.
  • Memilih makanan yang mengandun zat besi tinggi tapi rendah lemak seperti daging, daging ayam tanpa lemak dan juga ikan kaya dengan omega 3.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sehat seperti nasi merah, biji-bijian, kacang-kacangan.
  • Mengkonsumsi berbagai sumber vitamin dan mineral yang lengkap seperti buah dan sayuran.
  • Menghindari semua jenis makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, pemanis atau karbon.
  • Menghindari semua jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi.
  1. Melakukan berbagai aktifitas fisik yang wajar seperti olah raga untuk ibu hamil. Untuk menjaga agar kadar gula darah ibu tidak cepat naik maka ibu harus melakukan berbagai kegiatan untuk menggerakkan tubuh. Meskipun tubuh ibu merasa lelah atau mengantuk namun harus tetap bergerak. Seperti aktifitas jalan kaki atau senam hamil sudah sangat baik untuk mengelola gula darah.
  2. Selalu melakukan pemeriksaan secara teratur ke dokter yang merawat. Pemeriksaan sangat penting untuk mengetahui apakah kadar gula darah normal atau tinggi. Dokter bisa memberikan obat untuk mengendalikan kadar gula darah tapi itu hanya jika diperlukan sesuai kondisi ibu hamil.
  3. Pemberian suntikan insulin diperlukan jika kadar gula darah ibu sangat tinggi. Suntikan insulin sebenarnya lebih aman untuk ibu hamil dibandingkan tablet atau kapsul untuk mengendalikan kadar gula darah. Insulin juga sangat aman karena tidak bisa melewati plasenta sehingga bayi tidak akan menerima resiko apapun.
anda sedang hamil jangan anggap enteng penyakit ini !!! karena telah tertera di atas bahwa akan banyak dampak yang akan terjadi pada anda apabila anda tidak mencegah dan mengobati nya.
anda ibu hamil ?????????
pastikan gula darah anda normal dengan selalu mencek gula darah anda secara rutin di laboratorium.
Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB