Friday, 24 February 2017

                               Image result for perlemakan dihati



Istilah perlemakan hati memang masih asing di telinga kita. Perlemakan hati adalah suatu proses penumpukan lemak di organ hati yang pada tahap awal biasanya tidak bergejala, dan berkembang perlahan-lahan tanpa kita sadari.

Proses terjadinya kejadian perlemakan hati ini dipengaruhi  oleh banyak faktor. Faktor risiko yang kuat adalah sindrom metabolik, diabetes melitus, kegemukan, hipertrigliserid. Faktor lain yang memperkuat risiko perlemakan hati adalah sindrom ovarium polikistik, hipotiroidisme, hipopituitari, hipogonadisme, reseksi pankreato-duodenal. Diantara semua faktor tersebut yang paling sering dan biasanya tidak disadari adalah sindrom metabolik.
 
   Sindrom metabolik adalah kumpulan tiga atau lebih dari gejala berikut ini:
1. Lingkar pinggang > 102 cm pada laki-laki atau > 88 cm pada perempuan
2. Trigliserid ≥ 150 mg/dL
3. HDL kolesterol ≤ 40 mg/dL pada laki-laki dan ≤ 50 mg/dL pada wanita
4. Tekanan darah sistolik ≥130 mmHg atau tekanan diastolik ≥85 mmHg
5. Gula darah puasa ≥110 mg/dL

Perlemakan hati biasa tidak bergejala sampai menuju ke tahap steatohepatitis atau sirosis hati. Keluhan yang sering diutarakan adalah kelelahan, lesu, merasa mual, perut sering sebah, nyeri atau tidak nyaman di perut kanan atas. Dari pemeriksaan fisik hal yang dapat dijumpai adalah pembesaran hati dan tanda-tanda penyakit hati kronik pada kasus perlemakan hati yang sudah mencapai tahap sirosis hati.
    Dari pemeriksaan laboratorium, yang paling sering dijumpai adalah kenaikan kadar enzim hati, bilirubin, penurunan kadar albumin dan perpanjangan waktu protrombin. Pemeriksaan penunjang yang menjadi gold standart adalah biopsi hati. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah fibroscan hati, USG abdomen, dan MRI.

Untuk pencegahan terjadinya atau berlanjutnya proses perlemakan hati, di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

1. Mengatasi sindrom metabolik
    Sindrom metabolik dari perlemakan hati  dapat diatasi dengan beberapa cara. Perubahan gaya hidup merupakan cara pertama untuk mengatasi sindrom metabolik. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah dengan cara mengurangi jumlah asupan makanan, terutama karbohidrat berlebih dan lemak, dan diimbangi dengan olahraga. Penurunan berat badan signifikan menurunkan terjadinya perburukan pelemakan hati. Untuk menurunkan berat badan asupan kalori harus lebih rendah daripada jumlah kalori yang dibuang. Penurunan berat badan pada kondisi telah terjadi perlemakan hati lanjut sangat penting dilakukan. Jika pasien mengalami kesulitan menurunkan berat badan, dapat dibantu dengan obat-obatan atau dengan operasi bariatrik. Tetapi operasi ini hanya untuk pasien yang sangat obesitas dan ada bukti perlemakan hati.

2. Memperbaiki sensitivitas insulin dengan menjalani pola hidup sehat.
    Lagi-lagi penurunan berat badan dan perbaikan pola makan berperan penting terhadap peningkatan sensitivitas terhadap insulin. Target penurunan berat badan yang perlu dilakukan adalah penurunan gradual 10% dalam 1 tahun. Jika terdapat resistensi insulin yang berat dapat digunakan obat-obatan yang bekerja meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Penggunaan obat hepatoproteksi dan anti inflamasi
    Jika telah terjadi steatohepatitis, dapat diberikan obat-obat yang bersifat melindungi sel-sel hati, antioksidan seperti omega 3, polyunsaturated fatty acid, vitamin E dosis tinggi, dan obat-obat untuk mengurangi peradangan sel hati. Tentunya penggunaan obat-obat tersebut akan lebih baik jika dilakukan dibawah pengawasan dokter.  

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187
#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin
#ceklabbanjarmasin
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan



0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB