Wednesday, 15 February 2017

                            Image result for kanker payudara


 
Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria.

Wanita dengan kanker payudara, bisa jadi mengalami gejala-gejala berikut. Kadang meskipun di tubuhnya telah tumbuh kanker dia tidak merasakan gejala apapun. Atau bisa juga ditubuhnya menunjukkan gejala tersebut tetapi bukan karena kanker payudara, tapi akibat kondisi medis lain.

Apabila seorang wanita mempunyai gejala dibawah ini dan merasa sangat khawatir,sebaiknya segera ke dokter.
Adapun tanda-tanda atau gejalanya antara lain :
1. Ada benjolan yang keras di payudara
2. Bentuk puting berubah ( bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan / darah
3. Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk
4. adanya benjolan-benjolan kecil
5. Ada luka dipayudara yang sulit sembuh
6. Payudara terasa panas, memerah dan bengkak
7. Terasa sakit / nyeri ( bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai )
8. Terasa sangat gatal didaerah sekitar puting
9. Benjolan yang keras itu tidak bergerak ( terfiksasi ). dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit
10. Apabila benjolan itu kanker, awalnya biasanya hanya pada 1 payudara

BAGAIMANA MENDIAGNOSA KANKER PAYUDARA :

Dokter akan mempertimbangkan factor-faktor dibawah ini, ketika akan memutuskan test diagnostic :
  • Usia dan kondisi medis pasien
  • Type kanker
  • Beratnya gejala
  • Hasil test sebelumnya
Test diagnosa kanker payudara biasanya dimulai apabila wanita atau dokter menemukan suatu massa atau pengerasan yang tidak normal ( suatu titik kecil dari kalsium, biasanya dilihat pada saat X-ray ), pada screening mammogram. Atau bisa juga suatu yang tidak normal di payudara wanita ditemukan pada pemeriksaan klinis atau pemeriksaan sendiri. Beberapa test mungkin dilakukan untuk memastikan diagnosa dari kanker payudara. 

  • Mamografi. Pemeriksaan dengan mamografi umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kanker.
  • USG. Jenis pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbentuk padat atau mengandung cairan.
  • Biopsi. Pemeriksaan ini meliputi proses pengambilan sampel sel-sel payudara dan mengujinya untuk mengetahui apakah sel-sel tersebut bersifat kanker. Melalui prosedur ini, sampel biopsi juga akan diteliti untuk mengetahui jenis sel payudara yang terkena kanker, keganasannya serta reaksinya terhadap hormon.
Saat didiagnosis positif mengidap kanker, Anda memerlukan sejumlah pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui stadium dan tingkat penyebaran kanker. Di antaranya:-
- MRI dan CT scan. 
- Rontgen dada.
- Pemeriksaan tulang untuk mengecek apakah kanker sudah menyebar ke tulang.
- Biopsi kelenjar getah bening (noda limfa) di ketiak. Jika terjadi penyebaran kanker, kelenjar getah bening pertama yang akan terinfeksi adalah noda limfa sentinel.Lokasinya bervariasi jadi perlu diidentifikasikan dengan kombinasi isotop radioaktif dan tinta biru.
- Test darah juga diperlukan untuk lebih mendalami kondisi kanker. Test-test itu antara lain :
- Level Hemoglobin ( HB ) : untuk mengetahui jumlah oksigen yang ada di dalam sel darah merah
- Level Hematocrit : untuk mengetahui prosentase dari darah merah didalam seluruh badan
- Jumlah dari sel darah putih : untuk membantu melawan infeksi
- Jumlah trombosit ( untuk membantu pembekuan darah )
- Differential ( prosentase dari beberapa sel darah putih )
- Alkaline phospatase : Jumlah enzyme yang tinggi bisa mengindikasikan penyebaran kanker ke liver, hati dan saluran empedu dan tulang.  
- SGOT & SGPT

Pencegahan secara total untuk kanker payudara sulit diketahui karena penyebab kanker ini belum diketahui dengan pasti. Tetapi ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara.

Langkah utamanya adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Misalnya mengurangi konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan yang sehat dan ideal, teratur berolahraga, serta membatasi konsumsi alkohol. Cara-cara tersebut tidak hanya bisa menurunkan risiko kanker payudara, tapi juga mencegah berbagai penyakit lain.

Selain gaya hidup, penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang pernah menyusui memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Hal ini mungkin terjadi karena masa ovulasi mereka menjadi tidak rutin saat sedang menyusui sehingga tingkat estrogen tetap stabil.



Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55

Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel

Telp: 0511-6743187

 

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin

#pemeriksaanlabbanjarmasin

#ceklabbanjarmasin

#ceklaboratoriumbanjarmasin

#cekupbanjarmasin

#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan


Source : Kanker Payudara, Alodokter 



0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB