Monday, 23 January 2017

Kolera

Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang bersifat akut atau dapat memburuk dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia.

Kolera menyebabkan muntah parah, diare, dan jika yang bersangkutan tidak mendapatkan pengganti cairan tubuh, kolera dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian. Untuk mengatasinya, bisa dengan terapi rehidrasi oral, di mana pasien diberi larutan air yang terbuat dari kombinasi garam meja, soda bikarbonat, dan gula. Untuk pencegahan, selain menjaga kebersihan, vaksinasi juga perlu diberikan.

 

Disentri

Disentri merupakan salah satu jenis diare akut, umumnya banyak dialami pada anak usia balita. Penyebab disentri yakni infeksi kuman Shigella (Disentri basiler)å dan parasit Entamoeba histolitiyca (disentri amoeba). Gejala disentri pada anak biasanya didahului demam (pada disentri basiler), ada gejala sakit perut ketika BAB dan setelahnya rasa sakit tersebut hilang. Kondisi feses berlendir dan berdarah.

Diare

Diare pada anak adalah keadaan buang-buang air yang merupakan gejala dari penyakit tertentu atau gangguan lain yang terjadi pada anak. Kasus ini banyak terjadi di beberapa negara berkembang dengan standar hidup yang rendah. Dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak.

Pneumonia

Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula.

Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah shock septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu tubuh.

Flu Singapura

Flu Singapura atau juga disebut dengan HMFD (Hand, Mouth, Foot Disease) ini sangat menular dan sering terjadi saat musim kemarau. Biasanya HMFD menyerang anak usia 1-4 tahun, namun terkadang juga dialami oleh anak-anak yang lebih besar.

Diawali dengan demam sedang (di bawah 39 derajat C) selama 2-3 hari, yang diikuti rasa sakit pada leher dan nafsu makan berkurang. Selanjutnya, muncul sekitar 3 - 10 bintil kecil di dalam mulut yang menyerupai sariawan dan terasa nyeri. Di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di daerah bokong muncul ruam kemerahan atau bintil kecil yang tidak gatal.

TBC

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculossis, penyakit ini biasanya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh.

Penyakit ini bisa menulari anak lewat kontak dahak dan juga akibat menghirup titik-titik air dan juga bersin atau penularan lewat batuk yang mengalami infeksi penyakit TBC. Anak-anak biasanya tertular dari orang dewasa, lingkungan dan kendaraan umum.

Mimisan

Anak-anak rentan terkena mimisan karena pembuluh darahnya yang belum kuat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah akan pecah sehingga darah keluar melalui hidung secara tiba-tiba jika ia kelelahan atau memiliki alergi. Biasanya mimisan hanya berlangsung selama 1 hingga 3 menit, darah yang dikeluarkan pun tidak selalu banyak. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebabnya. Jika mimisan berlangsung selama lebih dari 3 menit, maka dicurigai anak mempunyai kelainan pembekuan darah atau dikenal sebagai hemofilia.

Mimisan

Anak-anak rentan terkena mimisan karena pembuluh darahnya yang belum kuat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah akan pecah sehingga darah keluar melalui hidung secara tiba-tiba jika ia kelelahan atau memiliki alergi. Biasanya mimisan hanya berlangsung selama 1 hingga 3 menit, darah yang dikeluarkan pun tidak selalu banyak. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebabnya. Jika mimisan berlangsung selama lebih dari 3 menit, maka dicurigai anak mempunyai kelainan pembekuan darah atau dikenal sebagai hemofilia.


Kanker Otak

Kanker otak dan kanker saraf tulang belakang merupakan jenis kanker yang juga sering ditemukan pada anak-anak, selain leukemia dan limfoma. Penyebab kanker ini masih belum diketahui.

Gejalanya pasien yang satu dengan lainnya bisa berbeda. Namun gejala yang paling sering ditemukan antara lain sakit kepala di pagi hari atau sakit kepala yang tak kunjung pergi setelah muntah-muntah; sering mual dan muntah-muntah; gangguan penglihatan, pendengaran dan bicara; kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan; rasa kantuk yang tak biasa atau perubahan kadar aktivitas; perubahan kepribadian atau perilaku yang tak wajar; kejang-kejang; dan peningkatan ukuran kepala (pada bayi).

Limfoma

Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening, timus, limpa, amandel, kelenjar gondok dan sumsum tulang. Terdapat dua jenis limfoma yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). Limfoma sendiri tercatat sebagai jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak.

Biasanya gejala awal limfoma Hodgkin adalah pembesaran kelenjar getah bening yang tak terasa nyeri di leher, di atas tulang selangka, di bawah ketiak atau pangkal paha. Sedangkan untuk NHL, gejalanya antara lain susah bernafas, mengi, batuk-batuk, nafas yang mengelurkan suara bernada tinggi, pembengkakan kepala, leher atau tubuh bagian atas, susah menelan makanan, penurunan berat badan yang tak wajar dan berkeringat di malam hari.

'Penyakit Susu dan Kue'

Spesialis THT anak yang bertugas di Nemours Children’s Hospital di Orlando, Florida bernama dr Julie L. Wei, sudah bertahun-tahun menemui kasus anak yang sehat, tapi mengalami kondisi berupa hidung meler dan mampet, batuk, sakit tenggorokan, sembelit dan kelelahan. Anak-anak ini tak kunjung membaik kondisinya meski telah diresepkan obat.

Dia menemukan bahwa dalam banyak kasus, pasien anak makan banyak susu dan gula sepanjang hari, juga ngemil tepat sebelum tidur. Makanan-makanan seperti ini memenuhi perut, kerongkongan, dan menyebabkan refluks, dengan gejala menyerupai pilek dan alergi, serta gangguan tidur. dr Wei pun menyebut penyakit itu sebagai 'penyakit susu dan kue'.

Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah tandanya antara lain demam tinggi, yaitu antara 2-10 hari. Demam berdarah terdiri atas 3 fase yakni fase demam, fase kritis, dan fase membaik. Fase demam rata-rata terjadi dalam 0-3 hari, fase kritis 3-5 hari, dan fase membaik hari ke 6-7.

Salah satu tanda yang perlu dicermati adalah ketika demam anak sudah turun, si anak malah semakin loyo dan tidak mau makan. Jika menemukan tanda ini, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter.


Kanker Darah

Leukemia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada anak-anak, dengan jumlah mencapai 30 persen. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia antara lain pucat, demam, atau pendarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang, dan pembengkakan perut. Leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar.

Kerusakan Hati

Makanan manis umumnya disukai anak-anak. Padahal konsumsi makanan manis secara berlebihan bisa merusak hati. Penyakit hati berlemak akibat makanan non-alkohol dapat memicu kondisi hati semakin parah yang disebut dengan non-alcoholic steatohepatitis.

Saat peradangan makin parah, jaringan parut menggantikan jaringan sehat sehingga merusak kemampuan hati untuk melakukan banyak fungsinya. Kondisi tersebut sering disebut sebagai sirosis hati. Jadi, bukan hanya alkohol yang bisa merusak hati namun juga makanan manis dalam jumlah besar yang dikonsumsi.

Typus

Gejalanya yaitu biasanya saat pagi hari panasnya turun akan tetapi ketika malam panasnya naik lagi. Selain itu biasanya yang bersangkutan mengalami sakit kepala, sakit perut, susah buang air besar atau bahkan diare, dan sakit tenggorokan. Pada keadaan yang berat pasien bisa mengalami kehilangan kesadaran.
 

Cacar Air

Gejalanya berupa bintik-bintik merah yang akhirnya berubah menjadi bisul-bisul kecil berair pada tubuh dan wajah. Terasa gatal tetapi bila digaruk dan dapat meninggalkan bekas seumur hidup pada kulit penderitanya.

Demam juga menyertai penyakit ini dan virus ditularkan melalui bersin atau pakaian yang dipakai pasien. Penyakit ini dapat berlangsung satu sampai dua minggu. Sekali terkena penyakit ini si pasien umumnya akan kebal seumur hidup, namun beberapa tahun kemudian bisa muncul lagi dan menyebabkan yang bersangkutan terkena penyakit shingle atau herpes zoster.
 
Dan masih banyak penyakit lainnya jaga kesehatan anak anda,periksakanlah segera apabila anak anda mempunyai keluhan karena penyakit, virus, bakteri sangat cepat penyebaran dan enggan penyembuhannya apabila tidak langsung obati !!!!!

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55


Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel

Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin
#ceklabbanjarmasin
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan


0 komentar:

Popular Posts

TULISAN KAMI

Kunjungi Web Official GOLAB