Monday, 5 December 2016


Waspada 15 gejala muntaber !!!!


Muntaber adalah sebuah kondisi penyakit yang biasa kita juga kenal sebagai muntah berak dan kondisi ini sama sekali tak dapat dianggap enteng. Ketika penyakit ini datang dan dibiarkan begitu saja tanpa segera ditangani, maka efeknya pun dapat menjadi lebih buruk dan berbahaya. Banyak orang menyepelekan muntaber, padahal ada jumlah banyak cairan yang berkurang dalam tubuh penderitanya sehingga bisa menjadi parah.

Muntaber adalah jenis penyakit yang bisa menyerang siapa saja terlepas dari daerah tempat tinggal mereka maupun usia mereka. Hanya saja, memang benar bahwa muntaber lebih berpotensi untuk menjangkiti anak-anak dan para lanjut usia. Biasanya muntaber ini disebabkan oleh parasit, bakter dan virus yang menginfeksi, sehingga tidak akan pilih-pilih target.
Bahkan muntaber bisa juga dipicu oleh makanan yang susah untuk dicerna para manula dan anak-anak. Maka dari itu para lansia dan juga anak-anak perlu hati-hati karena tingkat kerentanan dalam menderita kehilangan cairan banyak cukup tinggi. Dan pada muntaber ini, kedua golongan tersebut akan kehilangan cairan hanya dalam waktu singkat saja.

Muntaber sangat bahaya baik bagi anak maupun orang dewasa. Maka untuk menanganinya secara tepat, kita perlu mengetahui setiap gejala muntaber. Dengan mengetahui apa saja gejalanya, kita akan lebih tanggap dan bisa melakukan penanganan sesegera mungkin tanpa mengabaikannya. Karena mirip dengan gejala diare, maka kita perlu melihat apa saja tanda seseorang terkena muntaber.

1. Sakit Perut
Perut yang terasa sakit memang bisa dikarenakan banyak hal, baik itu karena salah makan, terlalu kenyang, atau karena penyebab lainnya. Penderita muntaber pun juga mengalami gejala sakit pada perut di mana perut juga mengalami yang namanya mulas. Biasanya kebanyakan orang kemudian mengira bahwa ini sakit perut atau masuk angin biasa.
Rasa sakit di bagian perut tersebut juga bisa saja diduga menjadi gejala naiknya asam lambung karena telat makan. Atau bisa juga karena mengonsumsi sesuatu yang pedas atau asam. Banyak kemungkinan memang, tapi masih ada juga gejala-gejala lainnya yang diketahui juga turut menyertai rasa sakit perut yang kembung ini.

2. Mual dan Muntah
Mual juga biasanya disebabkan oleh masuk angin atau bahkan karena penyakit maag yang kambuh. Ketika asam lambung naik, ada kemungkinan perut terasa mual dan rasanya ingin muntah atau bahkan bisa muntah. Mual dan muntah yang menyertai sakit perut akan membuat seseorang merasa tak nyaman.
Rasa mual yang terjadi bisa saja karena adanya bakteri yang telah menginvasi bagian dalam tubuh kita, terutama pada perut. Kasus mual dan muntah yang frekuensinya cukup sering dalam sehari perlu diperiksakan ke dokter. Ini untuk meyakinkan apakah benar gejala dari muntaber atau ada masalah kesehatan lainnya.

3. Sakit Kepala
Kepala yang tiba-tiba pusing dan bahkan berubah menjadi lebih Seriing sakit kepala juga perlu dicurigai. Sakit kepala dengan gejala-gejala lainnya yang ada di atas memang masih merujuk pada kondisi masuk angin. Tapi tak ada salahnya untuk pergi ke dokter dan memastikan kondisi apakah yang tengah terjadi bila Anda merasakan ketidaknyamanan seperti itu secara terus-menerus.

4. Demam
Pada penderita muntaber, demam juga bisa muncul sebagai gejala. Kalau diperhatikan lagi, memang sakit kepala, mual serta muntah dan diikuti dengan demam biasanya ada hubungannya juga dengan penyakit flu. Namun ketika suhu tubuh meningkat, ada juga kemungkinan-kemungkinan penyakit lainnya, seperti demam berdarah. Maka memeriksakannya sedini mungkin bakal lebih baik.

5. Kram Perut
Ada lagi gejala yang cukup membuat tidak nyaman, yakni kram pada perut di mana biasanya kondisi seperti ini dirasakan oleh para perempuan yang tengah menstruasi. Apabila anak dan lansialah yang mengalami gejala ini, memang sebaiknya diperiksakan langsung. Lebih baik langsung ke dokter jika kram tersebut muncul berkali-kali menyertai rasa mual dan muntah tadi.
6. Dehidrasibahaya kurang minum air putih yang paling utama adalah dehidrasi dan kondisi ini bisa cukup membahaykan penderitanya. Dehidrasi artinya adalah seseorang tengah mengalami yang namanya kekurangan cairan. Bahkan dehidrasi yang sudah terlalu parah juga bakal menyebabkan penderitanya demam tinggi.
7. Tidak Selera Makan
Tidak nafsu makan dan sedikit minum dapat menjadi faktor dari terjadinya dehidrasi tadi. Sedangkan untuk penurunan selera makan ini sendiri dapat terjadi dikarenakan demam, mual, sakit perut dan muntah yang terus-terusan. Ketika perut seseorang sakit dan terasa mual, nafsu makan pun tidak akan ada.
Bahkan ketika di hadapannya adalah makanan favoritnya, ia tak akan bisa makan banyak karena memang kehilangan nafsu makan. Hal ini perlu menjadi perhatian bila tiba-tiba seseorang mengalami nafsu makan yang berkurang dan disertai gejala-gejala di atas. Ketahui kondisi detilnya dengan memeriksakan ke dokter.

8. Tubuh Lemas
Tentu sudah tak perlu heran lagi mengapa tubuh bisa menjadi lemas. Ini ada kaitannya erat dengan penurunan nafsu makan tadi dan juga dehidrasi. Tubuh selalu membutuhkan cairan dan bila cairan dari makanan maupun minuman sangat sedikit yang masuk, tubuh tak mendapat cukup energi.
Ketika tubuh menjadi sangat lemas dan cepat lelah, otomatis ini akan berimbas pada segala aktivitas yang dilakuna. Mengerjakan segala kegiatan pun akhirnya tidak total dan maksimal karena ketidaknyamanan yang dirasakan oleh tubuh. Periksakan diri ke dokter sambil juga mencari cara meningkatkan nafsu makan supaya tubuh tetap dapat mendapat asupan energi dan nutrisi yang cukup.

9. Frekuensi diare/Buang Air Besar Meningkat
Muntaber kerap dianggap sama dengan diare, namun sebenarnya diare menjadi bagian dari gejala muntaber ini. Kondisi diare yang terlalu sering ini jugalah yang menyebabkan seseorang dengan mudah mengalami kekurangan cairan tubuh. Tanpa adanya makanan dan minuman cukup yang masuk ke dalam tubuh, sementara buang air besar secara berkali-kali efeknya tak akan bagus untuk tubuh.
Keadaan tersebut juga mendukung tubuh menjadi lebih lemas dari biasanya. Demam dan sakit kepala pun sudah pasti tak akan bisa terelakkan karena saat tubuh kurang tenaga, seseorang akan mudah pusing. Diare ini bisa terjadi secara berkali-kali dikarenakan adanya bakteri E. Coli yang menginfeksi.
Ada pula bakteri Shigella yang datangnya dari makanan yang kebersihannya kurang terjaga dengan baik. Ketika bakteri mencoba menginvasi dan bahkan memicu tubuh terinfeksi, maka sistem pencernaan pun kinerjanya menjadi terganggu. Terganggunya sistem pencernaan ini membuat penderitanya malas untuk makan karena makanan pun tak bisa dicerna secara sempurna.

10. Berat Badan Turun
Turunnya berat badan penderita gejala muntaber sangat jelas dikarenakan kekurangan cairan dan tenaga. Seperti ketika seseorang melakukan diet, ia akan mengurangi porsi makanannya menjadi lebih sedikit. Dengan demikian, berat badan pun akan turun, baik itu secara perlahan atau drastis tergantung dari metode diet.
Pada penderita muntaber, jarangnya makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cukup drastis. Nafsu makan yang menurun dan tak kunjung kembali normal adalah penyebab utamanya di sini. Belum lagi isi perut yang terus keluar saat diare, tentu semakin membuat tubuh tak bertenaga dan tak berisi.

11. Kulit Kurang Elastis
Bila kulit tiba-tiba menjadi kurang elastis alias tidak sekenyal biasanya, Anda pun bisa mencurigainya. Potensi muntaber pada tahap ini sudah begitu jelas, apalagi kalau ditambah dengan sejumlah gejala lainnya yang sudah disebutkan. Kulit yang kehilangan elastisitasnya bisa juga dikarenakan kurangnya cairan dan nutrisi, jadi secepatnya cobalah untuk periksa sebelum muntaber lebih mengancam.

12. Wajah Lebih Tirus
Gejala di mana wajah kelihatan lebih kurus atau tirus juga merupakan salah satu efek dari adanya penurunan berat badan dan kehilangan cairan terlalu banyak. Kalau nafsu makan tak segera menjadi normal lagi, tak hanya tubuh yang makin mengurus, tapi juga dari wajah pun akan kelihatan sangat tirus dan layu serta kuyu. Dengan kondisi yang seperti ini akan menambah kekhawatiran anggota keluarga karena penderita makin lesu saja tak ada tenaga dan juga kurang nutrisi.

13. Jarang Buang Air Kecil
Walau diare atau buang air besar menjadi lebih sering dari biasanya, justru ada yang berbeda di sini. Penderita yang mengalami gejala muntaber malah mengalami frekuensi buang air kecil. Kalau biasanya Anda cukup sering buang air kecil atau normal-normal saja, mengidap muntaber akan membuat Anda lebih jarang ke kamar mandi untuk urusan berkemih. Ini karena di dalam tubuh sendiri kurang cairan yang bisa dikeluarkan lewat urin.

14. Terganggunya Pola Tidur
Mengidap muntaber akan membuat pola tidur dari si penderita menjadi kurang menentu. Rasanya akan tidak nyaman dengan rasa sakit di bagian perut, dan juga tubuh yang begitu lemas. Bila ditambah dengan demam dan meriang, maka sudah bisa dipastikan bahwa tidur pun tak akan senyenyak biasanya. Itulah mengapa kondisi gejala ini perlu diperiksakan agar secepatnya ditangani.

15. Sering Berhalusinasi
Pada beberapa kasus penderita muntaber, gejala sering berhalusinasi bukanlah karena steres atau depresi. Ini lebih kepada kondisi di mana tubuh saking lemasnya, ditambah dengan sakit kepala yang begitu menyiksa. Mengalami demam tinggi yang terus naik dan tak kunjung mereda pun dapat menyebabkan seseorang mudah berhalusinasi dan mengigau dalam istirahatnya. Untuk penanganan yang benar, segera cek kesehatan ke dokter untuk mengobati gejala dari muntaber ini.

segera periksakan diri anda sebelum terlambat !!!!!

Laboratorium Global (GOLAB) Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55

Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel

Telp: 0511-6743187



#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin

#pemeriksaanlabbanjarmasin 

#ceklabbanjarmasin 

#ceklaboratoriumbanjarmasin

#cekupbanjarmasin

#cekkesehatanbanjarmasin

#medicalchekupbanjarmasin   
#Klinikglobal    
 #klinikglobalbanjarmasin    
 #klinikbpjs    
#faskesbpjs      
#klinikkemoterapikalimantan

Source :Alodokter

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB