Sunday, 27 November 2016

Image result for hipertensi 

Banyak penderita hipertensi menganggap remeh penyakitnya, karena mayoritas penderita hipertensi tidak mengalami keluhan apa-apa. hipertensi, secara perlahan dapat merusak tubuh Anda, sebelum akhirnya gejala kerusakan tersebut timbul beberapa tahun setelahnya. Jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik, hipertensi dapat memicu serangan jantung yang amat fatal. 
Mengenal bahaya hipertensi sangat diperlukan agar penderita hipertensi memiliki motivasi yang kuat untuk menghindari komplikasi hipertensi.

 Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu: 
1. Usia. 
2. Faktor keturunan. 
3. Merokok. 
4. Kelebihan berat badan atau obesitas. 
5. Kurang olahraga. 
6. Kadar garam yang tinggi dalam makanan. 
7. Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. 
8. Stres

Jika anda memiliki riwayat hipertansi dan anda tidak melakukan penanganan yang sesuai maka berhati-hati lah terhadap komplikasi yang rentan terjadi. Jenis-jenis komplikasi yang berpotensi terjadi meliputi: 

1. Serangan jantung atau stroke
Hipertensi berpotensi menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri sehingga dapat memicu serangan jantung serta stroke. 

2.Aneurisme atau pelebaran abnormal pada arteri. 
Peningkatan tekanan darah dapat memicu pelebaran dinding pembuluh darah (seperti menggembung). Dinding yang menggelembung akan menjadi lemah saat menahan tekanan aliran darah. Komplikasi ini berpotensi mengancam jiwa, terutama jika pembuluh darah pecah. 

3. Pembuluh darah kecil pada ginjal yang rusak akibat hipertensi
Kondisi ini bisa menghalangi ginjal untuk berfungsi dengan baik. Beberapa gejalanya adalah pembengkakan kedua tungkai bawah, keinginan untuk buang air kecil di malam hari meningkat tapi volume urine sedikit, dan hipertensi yang semakin parah. 

4. Sindrom metabolik 
 munculnya sejumlah masalah kesehatan yang dialami secara bersamaan. Lingkar pinggang meningkat, tingginya kadar trigliserida, rendahnya kadar kolesterol baik (HDL), kadar gula darah puasa yang tinggi, disertai hipertensi akan meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Sindrom ini juga dikenal sindom resistensi insulin, dimana tubuh gagal menggunakan insulin dalam darah dengan efektif. Pada akhirnya, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabtes juga akan meningkat.

Tekanan darah biasanya diukur memakai sfigmomanometer manual maupun digital. Kebanyakan dokter kini memakai sfigmomanometer digital, yaitu alat pengukur tekanan darah yang memakai sensor elektronik dalam mendeteksi denyut Anda.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan di rumah jika memiliki perlengkapan sendiri. Hal ini dimaksudkan agar bisa memantau ukuran tekanan darah secara berkala dalam jeda sehari. Ini dilakukan guna memastikan konsistensi tekanan darah Anda.

Tes darah dan urine mungkin akan dianjurkan untuk memeriksa apakah ada kondisi atau penyakit tertentu yang menjadi pemicu di balik peningkatan tekanan darah.

Laboratorium Global (GOLAB) Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin 
#Klinikglobal    
#klinikglobalbanjarmasin    
#klinikbpjs  
#faskesbpjs    
#klinikkemoterapikalimantan

Source :Alodokter


0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB