Wednesday, 5 October 2016


Image result for trombositosis

Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Jumlah trombosit normal dalam tubuh manusia yaitu 200.000-400.000. Bila kurang dari normal dapat menyebabkan perdarahan karena fungsi pembekuan darah pada tubuh berkurang. Namun tahu kah anda jika trombosit yang berlebih juga berbahaya ? Kenaikan kadar trombosit dalam darah atau biasa disebut trombositosis itu bisa di sebabkan oleh dua hal, yaitu karena sebab primer dan sekunder.

1. Trombositosis premier
Trombositosis primer adalah kenaikan kadar trombosit dalam darah terjadi dengan sendirinya tanpa adanya pemicu sama sekali, dimana dicurigai adanya kelainan pada  sumsum tulang dan DNA sebagai pemberi perintah.

2. Trombositosis sekunder
Trombositosis sekunder disebabkan adanya penyakit lain yang menyertainya seperti infeksi akut, perdarahan, hemolisis, kanker, spelenektomi, dan penyakit sel darah seperti leukemia serta TBC kronik dan lain lain.Terkadang, kenaikan kadar trombosit bisa sangat ekstrim terutama pada type yang sekunder dimana sebenarnya kenaikan kadar trombosit itu juga merupakan sebuah bentuk pertahanan diri yang dilakukan oleh tubuh untuk ikut melawan sel sel penyakit yang berada dalam jaringan tubuh dan darahnya dengan menciptakan sebuah iklim yang tidak disukai oleh sel sel penyerang tersebut sehingga diharapkan sel sel penyusup yang berada dalam darah tersebut akan mati dengan sendirinya dan tidak bisa menyebar pada jaringan yang lain.

Pada umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala apa-apa. Biasanya diketahui oleh pasien saat melakukan check-up rutin.

Dari hasil pemeriksaan darah dapat diketahui jumlah trombosit pasien. Bila ada gejala, biasanya gejala yang timbul adalah:
  • Penyumbatan
    Gejala penyumbatan seperti tangan dan kaki kram.
  • Nyeri dada, atau terjadi stroke
    Hal ini terjadi karena trombosit yang merupakan faktor pembekuan berkumpul di pembuluh darah karena jumlahnya yang berlebihan sehingga menyumbat aliran darah.
  • Pendarahan
    Atau dapat pula yang timbul adalah gejala perdarahan seperti perdarahan pada saluran cerna atau perdarahan pada kulit (muncul ruam-ruam kemerahan). Hal ini dapat disebabkan karena trombosit dengan jumlah banyak tersebut berbentuk tidak normal sehingga fungsinya sebagai faktor pembekuan juga terganggu.

    Oleh sebab itu, kita harus pastikan trombosit (sel darah) yang kita miliki harus pas atau dalam keadaan normal (tidak kurang, tidak juga lebih). Karena efek yang diakibatkan tidak lain pada tubuh kita sendiri.  Pastikan melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan anda terlebih lagi jika anda merasakan gejala-gejala pada diri anda.

 
Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan
Source :Klikdokter
Trombosit tinggi merupakan suatu kondisi yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang. Tidak sepopuler trombosit rendah yang ditakuti banyak orang karena berbahaya, misalnya pada penyakit DBD. Namun sesungguhnya trombosit yang tinggi juga tak kalah berbahaya, berikut penjelasannya.
Bersumber dari: Penyebab Trombosit Tinggi dan Akibatnya | Mediskus
Trombosit tinggi merupakan suatu kondisi yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang. Tidak sepopuler trombosit rendah yang ditakuti banyak orang karena berbahaya, misalnya pada penyakit DBD. Namun sesungguhnya trombosit yang tinggi juga tak kalah berbahaya, berikut penjelasannya.
Bersumber dari: Penyebab Trombosit Tinggi dan Akibatnya | Mediskus

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB