Friday, 14 October 2016

Image result for kencing berdarah



Hematuria adalah kondisi adanya darah di dalam urine. Urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Urine yang normal tidak mengandung darah sedikitpun kecuali pada wanita yang sedang menstruasi. Mungkin kondisi ini bisa terlihat sangat menakutkan, meski hematuria jarang menjadi pertanda kondisi medis yang membahayakan nyawa Anda. Tapi Anda harus segera memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penyebab munculnya darah di dalam urine.

Penyebab & Faktor Risiko Dalam hematuria, ginjal ataupun bagian lain dari saluran kemih memungkinkan sel darah bocor ke dalam urin. Sejumlah masalah dapat menyebabkan kebocoran ini, termasuk: Infeksi saluran kemih. Infeksi ini dapat terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Gejalanya dapat berupa dorongan untuk buang air kecil yang terus-menerus, rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, dan urin yang berbau tajam. Bagi sebagian orang, terutama orang tua, satu-satunya tanda dari infeksi saluran kemih hanya dapat diketahui melalui tes mikroskopis. Infeksi ginjal. Infeksi ginjal (pielonefritis) dapat terjadi ketika bakteri memasuki ginjal dari aliran darah atau bergerak naik dari ureter ke ginjal. Tanda-tanda dan gejala ini sangat mirip dengan infeksi kandung kemih meskipun infeksi ginjal dapat juga menyebabkan demam atau nyeri pada panggul. Kandung kemih atau batu ginjal. Mineral dalam urin yang terkonsentrasi kadang mengendap, membenuk kristal pada dinding ginjal atau kandung kemih. Seiring waktu, kristal dapat menjadi batu kecil yang keras. Batuan kecil ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, Anda mungkin tidak akan sadar kecuali jika batuan tersebut menyebabkan penyumbatan. Biasanya batu ginjal juga dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Batu ginjal dan kandung kemih juga bisa menyebabkan perdarahan (baik yang terihat maupun bersifat mikroskopik). Pembesaran prostat. Kelenjar prostat yang terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra – sering muncul pada sebagian pria yang mendekati usia paruh baya. Ketika kelenjar membesar, ia menekan uretra, sebagian akan menghalangi aliran urin. Gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) meliputi: sulit buang air kecil, kebutuhan buang air kecil yang mendesak – berlangsung terus menerus, serta kemunculan darah pada urin (terlihat ataupun tidak). Infeksi pada prostat (prostatitis) dapat menyebabkan tanda dan gejala yang sama. Penyakit ginjal. Perdarahan kemih yang bersifat mikroskopik merupakan gejala umum dari glomerulonefritis, yang menyebabkan peradangan dari sistem penyaringan ginjal. Glomerulonefritis mungkin menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, ataupun dapat menjadi penyakit yang berdiri sendiri. Hal ini dapat dipicu oleh infeksi virus atau bakteri streptokokus, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), dan masalah imun seperti immunoglobulin A nefropati, yang mempengaruhi kapiler kecil yang menyaring darah di ginjal (glomeruli). Kanker. Perdarahan kemih yang terlihat mungkin merupakan tanda kanker ginjal, kanker kandung kemih, atau prostat. Sayangnya, Anda mungkin tidak akan mengalami tanda-tanda khusus pada tahap awal kanker ini. Gejala baru terlihat ketika kanker tengah diobati. Gangguan kesehatan warisan. Anemia sel sabit (sickle cell anemia) – yakni cacat turun temurun dari hemoglobin dalam sel darah merah – dapat menjadi penyebab terdapatnya darah dalam urin, baik terlihat ataupun tidak terlihat. Begitu pula sindrom Alport, penyakit ini dapat mempengaruhi membran penyaringan dalam glomeruli dan ginjal. Cedera ginjal. Pukulan atau cedera lain untuk ginjal anda dari hasil kecelakaan atau olahraga dapat menyebabkan darah dalam urin (umumnya terlihat). Obat-obatan. Obat umum yang dapat menyebabkan darah pada kemih diantaranya aspirin, penisilin, heparin obat cyclophosphamide anti-kanker. Latihan berat. Belum cukup jelas mengapa olahraga menyebabkan hematuria. Hal ini mungkin terkait dengan trauma terhadap dehidrasi, kandung kemih, pemecahan sel darah merah akibat latihan olahraga yang berat. Pelari paling sering terkena, meskipun hampir setiap atlet dapat mengalami perdarahan kemih setelah latihan yang intens.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/57_hematuria.html
Copyright DokterDigital.com
 Penyakit ini dibedakan menjadi gross hematuria (adanya darah berwarna merah muda atau merah tua yang disertai penyumbatan darah) atau hematuria makroskopis, dan yang hanya dapat dideteksi melalui mikroskop atau uji urin.

Gross hematuria dapat dideteksi dengan mudah karena sebagian besar pasien langsung mencari pertolongan medis setelah menyadari warna urin yang tidak normal, namun pasien yang menderita hematuria mikroskopis biasanya tidak menyadari adanya hematuria sampai penyakit ini dideteksi dalam pemeriksaan kesehatan rutin atau pemeriksaan untuk keluhan kesehatan lainnya.

Penyebab Hematuria

Hematuria dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor penyebab hematuria yang paling umum adalah:
  • Menstruasi
  • Trauma
  • Infeksi
  • Penyakit akibat virus
  • Infeksi saluran kemih
  • Berolahraga secara berlebihan
  • Kanker ginjal atau saluran kemih
  • Peradangan pada ginjal, kandung kemih, uretra, atau prostat
  • Penyumbatan darah di saluran kemih
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan darah
  • Penyakit ginjal polilistik pertumbuhan kista di ginjal)

Gejala Utama Hematuria

Hematuria merupakan gejala yang timbul akibat penyakit lain, namun penyakit ini dapat disertai oleh gejala lain. Hematuria dapat disertai oleh gejala yang ringan atau parah, tergantung pada penyebab utama penyakit.
  • Apabila hematuria disebabkan oleh infeksi ginjal, gejala yang lain dapat meliputi demam, nyeri pinggang, atau nyeri pada bagian bawah punggung.
  • Apabial hematuria disebabkan oleh batu ginjal, pasien biasanya akan mengalami gejala seperti nyeri yang parah pada perut atau panggul.
  • Apabila pasien memiliki infeksi saluran kemih, gejala yang umum terjadi adalah rasa perih saat buang air kecil, demam, nyeri pada bagian bawah perut, dan iritasi.
Pada beberapa kasus, terjadinya hematuria tidak disertai oleh gejala lain. Oleh karena itu, hematuria mikroskopis hanya dapat diketahui setelah pasien menjalani pemeriksaan rutin atau menjalani pengobatan untuk penyakit lain yang juga berkaitan dengan hematuria.

Diagnosa

Apabila ada darah di urin Anda, ahli kesehatan pertama yang harus Anda temui adalah dokter keluarga Anda, yang akan memeriksa riwayat penyakit keluarga Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan biasanya meliputi:
  • Pemeriksaan alat kelamin
  • Pemeriksaan kulit
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan kesehatan mata
  • Pemeriksaan perut

Setelah pemeriksaan fisik, dokter Anda akan melakukan uji laboratorium, seperti:
  • Urianalisis untuk memeriksa sampel urin
  • Nitrogen urea darah (Blood urea nitrogen/BUN)
  • Serum kreatinin
  • Pemeriksaan hematologi dan koagulasi darah
  • Uji urin
  • Uji serologi
  • Ekskresi kalsium urin
Setelah menemukan penyebab hematuria, dokter akan memberitahu pilihan pengobatan pada pasien. Karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan hematuria, pengobatan yang tersedia juga beragam. Pada banyak kasus, pengobatan hematuria dilakukan hanya dengan obat-obatan. Namun, pada penyakit yang lebih serius seperti batu ginjal atau kanker ginjal, pasien mungkin juga harus menjalani operasi.

Sembuhnya hematuria bukan berarti penyakit ini dijamin tidak akan terjadi lagi. Apabila Anda tidak melakukan tindakan pencegahan, kemungkinan besar Anda akan kembali mengalami hematuria yang disebabkan oleh penyakit lain atau penyakit yang sama.

Salah satu tindakan pencegahan yang paling umum adalah perubahan gaya hidup. Pola makan yang lebih sehat, menghindari olahraga berlebihan, dan menjalani pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko terkena hematuria.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB