Thursday, 1 September 2016

Image result for pentingnya tes hiv

Infeksi HIV AIDS masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Perasaan malu untuk memeriksakan diri dan kurangnya edukasi mengenai bahaya serta cara penularan HIV, menjadi faktor tingginya angka AIDS di Indonesia. Pada tahun 2014, ada 22.869 orang yang dilaporkan terinfeksi HIV AIDS.
Padahal, makin cepat terdeteksi dan ditangani, maka makin efektif hasil pengobatan HIV. Selain itu, dengan mengetahui status HIV, penderitanya dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus ini.

Siapa yang Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Sebagian pengidap tidak menyangka bahwa virus HIV telah bersarang dalam tubuh mereka karena tidak merasakan gejala apa-apa. Ibu hamil juga disarankan untuk memeriksakan diri dengan tes HIV, sehingga yang terdeteksi positif dapat menjalani pengobatan sedini mungkin dan mengurangi risiko penyebaran virus kepada bayinya.
Berikut ini adalah kelompok orang yang dikategorikan berisiko mengidap HIV.
  • Mengidap TB, hepatitis atau  penyakit menular seksual seperti herpes, sifilis, klamidia, trikomoniasis, atau gonore.
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman seperti kondom dengan orang yang latar belakang seksualnya tidak diketahui dengan pasti.
  • Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba.
  • Pernah menyuntikkan obat-obatan atau berbagi alat suntik dengan orang lain.
  • Memiliki ibu yang mengidap HIV.
  • Hamil di luar rencana.
  • Pernah menerima transfusi darah yang kesterilannya diragukan.
Bagaimana Cara Tes Deteksi HIV?
Anda dapat mengunjungi laboratorium yang menyediakan pemeriksaan Tes HIV. Paket tes umumnya dapat terdiri dari: deteksi infeksi menular seksual (IMS), konseling sebelum tes HIV, tes HIV, dan konseling setelah tes HIV. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu agar mendapat layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Terdapat beberapa jenis tes untuk mendeteksi HIV, antara lain:
  • Tes standar: pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi HIV. Dalam waktu 1-6 bulan setelah HIV masuk ke tubuh, tubuh akan memproduksi antibodi sebagai respons terhadap infeksi ini. Oleh karena itu tes ini sebaiknya dilakukan 1 bulan setelah kira-kira terjadi pajanan terhadap virus HIV.
  • Tes antibodi cepat: umumnya tes ini merupakan pemeriksaan darah untuk menemukan antibodi HIV dalam darah dan kadang-kadang juga pada air liur. Tes juga hanya akan memberikan hasil yang akurat sebulan setelah terjadinya pajanan terhadap virus HIV.
  • Tes antigen HIV: Tes darah ini dapat mendeteksi HIV sekitar 20 hari lebih cepat daripada tes standar. Pemeriksaan dilakukan terhadap antigen HIV, bagian dari virus yang muncul 14-28 hari setelah infeksi.
Jika hasil tes Anda negatif, Anda dapat terus melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak berbagi alat pribadi seperti jarum suntik. Jika hasil tes Anda positif, Anda dapat segera berkonsultasi untuk mendapatkan terapi yang tepat.  Makin cepat HIV terdeteksi, maka makin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.
Jangan Lewatkan promo pemeriksaan Tes HIV dari harga pemeriksaan Rp.85.000 menjadi Rp.40.000 hanya berlaku dibulan September 2016.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan 

Source :Alodokter


0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB