Thursday, 1 September 2016


Sebagian besar demam pada manusia terjadi karena faktor-faktor infeksi, seperti bakteri, parasit, ataupun virus. Namun, sebenarnya demam juga dapat terjadi karena faktor-faktor non infeksi, seperti lingkungan (suhu lingkungan yang ekstrem), penyakit-penyakit autoimun (arthritis, vaskulitis), dan pemakaian obat-obatan (antibiotik).

Kuncinya adalah dengan melakukan identifikasi gejala demam lebih dini sehingga memudahkan anda mengetahui bagaimana cara menyembuhkannya. Kebanyakan jenis demam terjadi karena infeksi virus. Namun hati-hati, beberapa infeksi virus tertentu seperti demam berdarah atau malaria dapat mengancam nyawa. Berikut adalah beberapa jenis demam yang perlu Anda waspadai, seperti dilansir Boldsky.

1.) Demam Viral
Demam viral merupakan sebauh demam yang muncul akibat dari infeksi virus. Jenis demam seperti ini pada umumnya terjadi dalam waktu 9 hari, selain itu demam jenis ini biasanya disertai dengan infeksi yang terjadi pada tenggorokan.

2.) Demam Berdarah Dengue
Salahsatu jenis demam yang berbahaya adalah demam berdarah dengue atau banyak juga yang menyebutnya dengan DBD. Demam berdarah dapat terjadi diakibatkan oleh nyamuk yang menggigit, selain itu penderita merasakan sekujur tubuhnya nyeri. Penderita penyakit DBDbiasanya mengalami demam yang cukup tinggi dan juga menggigil. Jika kondisi penderita lebih parah, DBD bisa memicu terjadinya pendarahan internal.

3.) Malaria
Selain DBD, demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk adalah malaria. Demam yang diakibatkan oleh nyamuk malaria juga perlu diwaspadai karena berbahaya bagi seseorang. Biasanya malaria berada di daerah tropis, beberapa orang yang ada di daerah tropis ada yang meninggal akibat demam malaria ini. Ciri khas dari demam yang diakibatkan oleh malaria adalah keadaan penderita menggigil dan juga demam cukup tinggi. Dalam kondisi yang lebih parah demam menjadi lebih berbahaya. Maka dari itu perlu penanganan yang tepat.

4.) Chicken Guinea
Meskipun nama dari demam ini mengandung kata ‘chicken’ namun demam jenis ini tidak ada hubungannya dengan ayam. Jenis demam ini juga dibawa dan disebarkan oleh nyamuk. Jenis demam ini memiliki gejala yang hampir sama dengan DBD dan Malaria, namun tidak begitu berbahaya seperti DBD dan Malaria. Meskipun begitu penanganan yang tepat tentu saja diperlukan.

5.) Tifus
Penderita tifus juga biasanya mengalami demam yang diakibatkan oleh adanya infeksi yang terjadi didalam perut. Bakteri jenis ini dapat membuat seseorang terkena demam yang tinggi, selain itu ditambah dengan munculnya sakit kepala dan diare yang cukup parah.

6.) Meningitis
Penyakit meningitis merupakan radang pada bagian otak yang bisa berpengaruh pada jaringan yang ada pada sistem otak dan juga sistem saraf. Meningitis juga bisa menyebabkan demam dan merusak organ otak. Biasanya penderita mengalami sakit kepala dan juga kejang.

7.) Infeksi Saluran Kemih
Demam juga kadang-kadang bisa terjadi pada seseorang yang menderita infeksi saluran kemih. Demam yang muncul bukanlah demam tinggi, namun berbarengan dengan rasa nyeri pada bagian perut bawah dan perasaan terbakar ketika Anda buang air kecil.

8.) HIV
Demam yang ringan namun dalam waktu yang terus menerus merupakan salahsatu tanda dari terjadinya infeksi HIV. Keadaan ini bisa diatasi dengan menggunakan 0bat tertentu namun di lain waktu gejala bisa muncul kembali. Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami demam ringan dalam waktu seminggu lebih, terlebih apabila Anda memiliki riwayat pengguna 0bat-0bat terlaran9 atau pernah melakukan hub ungan bebas.

Penjelasan  diatas merupakan beberapa demam yang harus Anda waspadai, karena apabila tidak ditangani dengan tepat akan berdampak pada kesehatan tubuh Anda. Jika anda atau anggota anda terkena demam segera hubungi dokter dan lakukan pemeriksaan laboratorium agar demam dapat ditangani dengan tepat. Selain itu jangan lupakan langkah pencegah agar tidak terjadi demam yaitu dengan mencegah berbagai faktor yang bisa memicu demam tersebut muncul. Misalnya pada kasus DBD, pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan langkah 3 M, yaitu menguras, menutup dan juga mengubur. Pada kasus demam lain tentu saja faktor pencegahan yang dilakukan berbeda, namun usahakan untuk selalu mencegah daripada mengobati.

source :Merdeka.com

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB