Tuesday, 13 September 2016

Penyakit kuning terjadi akibat adanya penumpukan zat berwarna kuning yang disebut bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh.

Bilirubin merupakan zat sisa yang dihasilkan ketika sel darah merah terurai. Sebelum dibuang oleh tubuh, bilirubin dibawa terlebih dahulu menuju hati melalui aliran darah. Di dalam hati, bilirubin dicampur dengan cairan empedu. Kedua zat ini kemudian melewati sistem pencernaan untuk dibuang. Sebagian besar bilirubin dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran dan sebagian kecil dibuang dalam bentuk urin. Ini yang membuat urin kita berwarna kuning dan tinja berwarna cokelat.

Ketika hati tidak bisa menangani bilirubin yang diproduksi oleh tubuh, bilirubin pun menumpuk dan menyebabkan gejala-gejala penyakit kuning. Penyakit kuning membuat kulit, mata, serta lapisan lendir yang terdapat pada hidung dan mulut penderita menjadi berwarna kuning. Selain itu, jika bilirubin tidak terbuang dengan baik melalui sistem pencernaan, kotoran berubah warna menjadi kuning terang. Urin berubah menjadi lebih gelap karena terdapat gangguan pada sistem pembuangan bilirubin melalui tinja.

Penyakit kuning disebabkan oleh berbagai macam masalah kesehatan yang menghambat pembuangan zat bilirubin dari darah ke hati, lalu ke luar tubuh. Terhambatnya metabolisme tersebut menyebabkan bilirubin bertumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh sehingga membuat kulit penderitanya terlihat berwarna kuning, termasuk bagian putih dari bola matanya.

Pencegahan

Begitu banyak faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Masing-masing dari faktor atau kondisi tersebut membutuhkan langkah pencegahan yang berbeda pula. Meski demikian, ada beberapa garis besar pencegahan guna meminimalisasi risiko kita terkena penyakit kuning, di antaranya:

-Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B.
-Menghindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar tidak tertular Hepatitis B , dan terutama hepatitis C yang belum ada vaksinasinya.
-Menjaga berat badan sehat (kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena batu empedu dan sirosis).
-Membatasi konsumsi minuman keras.
-Menyiapkan atau membawa obat-obatan pereda malaria jika ingin melakukan perjalanan ke daerah yang rawan kondisi tersebut.
-Selalu mengonsumsi makanan atau air minum yang bersih.
-Menghindari paparan zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
-Berolahraga secara teratur, berkisar dua setengah jam per minggu.


Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan


0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB