Sunday, 7 August 2016

Sekarang ini mulai banyak hal yang diperbincangkan masalah penggolongan darah. Sistem penggolongan darah diindonesia dibagi menjadi dua yaitu sistem penggolongan ABO dan sistem Rhesus. Orang-orang pasti sudah familiar dengan sistem penggolongan darah ABO, Namun tak sedikit yang belum mengetahui sistem Rhesus. 

Mengenali rhesus khususnya rhesus negatif menjadi begitu penting karena di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki rhesus negatif. Persentase jumlah pemilik rhesus negatif berbeda-beda antar kelompok ras. Pada ras bule (seperti warga Eropa, Amerika, dan Australia), jumlah pemilik rhesus negatif sekitar 15 – 18%. Sedangkan pada ras Asia, persentase pemilik rhesus negatif jauh lebih kecil. Menurut data Biro Pusat Statistik 2010, hanya kurang dari satu persen penduduk Indonesia, atau sekitar 1,2 juta orang yang memiliki rhesus negatif. Karena persentasenya sangat kecil, jumlah pendonor pun amat langka, sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit.

Mengingat langkanya pemilik darah Rhesus Negatif (Rh-) ini, faktor Rhesus menjadi sangat penting terutama pada :

1. Transfusi Darah

Dalam proses transfusi darah, pemilik darah Rhesus Negatif (Rh-) selalu kesulitan dalam proses pemenuhan kebutuhan darah karena jumlah pendonor aktif Rhesus Negatif (Rh-) tidak banyak. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi pemilik darah Rhesus Negatif (Rh-) karena darah Rhesus Negatif (Rh-) harus menerima darah Rhesus Negatif (Rh-) lagi.
Darah Rhesus Negatif (Rh-) dapat ditransfusikan kepada darah Rhesus Positif (Rh+) jika dalam uji silang (crossmatch) cocok, sementara darah Rhesus Positif (Rh+) tidak dapat ditransfusikan kepada darah Rhesus Negatif (Rh-) walaupun cocok dalam uji silang (crossmatch) karena dalam tubuh pemilik darah Rhesus Negatif (Rh-) akan segera terbentuk antibodi anti Rh+ yang menyebabkan darah Rhesus Negatif (Rh-) tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk transfusi ke Rhesus Negatif (Rh-) lain.

2. Wanita Rhesus Negatif (Rh-) hamil dengan janin Rhesus Positif(Rh+)

Jika seorang wanita Rhesus Negatif (Rh-) menikah dengan seorang pria yang memiliki Rhesus Positif (Rh+), hampir 100% keturunannya akan memiliki Rhesus Positif (Rh+). Keberadaan janin dengan Rhesus Positif (Rh+) dalam tubuh wanita hamil Rhesus Negatif (Rh-), terutama yang telah memiliki antibodi anti Rh+ dalam darahnya akan memicu timbulnya Inkompatibilitas Rhesus yang berakibat fatal bagi janin yang dikandungnya. 
 
Setelah mengetahui betapa pentingnya mengetahui rhesus , maka kami saran bagi anda yang belum mengetahui rhesus anda segera lakukan pemeriksaan golongan darah rhesus untuk mengetahui rhesus anda.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB