Thursday, 14 July 2016

Anda mungkin sering mendengar istilah Kurang Darah atau Darah Rendah, dua hal ini adalah istilah yang serupa namun artinya tidaklah sama. Kurang darah atau dalam bahasa medis disebut anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan hemoglobin atau zat besi dalam darah.
Kekurangan hemoglobin akan mempengaruhi proses transportasi oksigen dan karbondioksida dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan gejala dan tanda sebagai berikut letih, lesu dan lemas, cepat lelah, jantung berdebar-debar tanpa sebab yang jelas atau pada saat berolah raga, napas yang terengah-engah, terutama pada saat berolah raga, sulit berkonsentrasi, pusing, sakit kepala, pucat, kesemutan atau kedinginan pada tangan dan kaki serta sulit tidur.

Sedangkan darah rendah  merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah rendah hingga dibawah 90/60 mmHg, walau tekanan darah memang bervariasi untuk setiap orang, bisa saja ada yang tekanan darahnya 80/60 namun tidak merasakan apa-apa. Gejala yang dapat muncul saat tekanan darah rendah adalah pusing hingga pingsan, pandangan kabur/gelap/berkunang-kunang, sulit berkonsentrasi, mual, lemas, kaki dan tangan dingin, depresi hingga rasa haus yang berlebih. Jika tekanan darah turun terlalu rendah dapat menyebabkan jantung dan otak kekurangan oksigen sehingga menyebabkan penurunan kesadaran sampai kematian.

Apa Penyebabnya ?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita kurang darah. Seperti faktor genetik, kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, kehamilan dan menstruasi pada wanita (hormonal), kelelahan, kekurangan darah akibat terjadinya perdarahan, pola hidup yang tidak sehat, dan stres.

Sementara itu darah rendah dapat terjadi akibat banyak hal, baik yang tidak serius hingga beberapa penyakit, berikut ini adalah keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah yaitu volume darah yang berkurang (misal akibat dehidrasi sedang/berat atau perdarahan), menurunnya jumlah darah yang dipompa jantung(misalnya akibat kelainan jantung atau kehamilan), penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah dan juga gangguan hormonal.

Bagaimana Mengatasinya ?

Jika anda mengalami kurang darah maka dapat diatasi dengan meminum suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin C ,  mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, yang paling banyak terdapat pada sayur-sayuran yang berwarna hijau, aneka buah-buahan, dan susu. Untuk mencegah anemia sebaiknya hindari aktifitas yang terlalu berat, jangan banyak begadang, hindari stres, dan hindari konsumsi rokok serta alkohol. Perbanyak konsumsi air putih, minimal minum 8 gelas setiap hari.
sedangkan Darah Rendah bisa diatasi dengan banyak memakan masakan yang banyak mengandung garam. Tentu, dalam kadar yang tetap terukur, minum lebih banyak cairan, bagi yang suka olahraga, cairan yang mengandung natrium dan potasium sangat disarankan, kurangi kopi.

Jika mengalami gejala secara terus-menerus apalagi disertai dengan gejala lain yang lebih serius, maka sebaiknya lakukan check up laboratorium dan segera berkonsultasi ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan mendapatkan bantuan medis secepatnya. Sebab pada beberapa kasus, kurang darah merupakan suatu gejala dari berbagai penyakit berbahaya. Sehingga jika terdeteksi lebih dini, maka prognosis (prediksi perjalanan penyakit) untuk mencapai kesembuhan pun akan lebih baik dan dapat mencegah berbagai komplikasi yang mungkin timbul.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal  
#klinikglobalbanjarmasin  
#klinikbpjs
#faskesbpjs  
#klinikkemoterapikalimantan



Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB