Wednesday, 11 May 2016





 Apa itu Albumin?

Albumin adalah salah satu bagian dari protein plasma darah yang memiliki banyak peran. Albumin bahkan menempati bagian terpenting dalam struktur plasma darah. Sehingga fungsi dari plasma darah bergantung pada manfaat albumin dan kadar albumin yang terkandung di dalam darah.

Dalam kondisi normal komposisi albumin mencapai 60% dari seluruh bagian plasma darah. Kadar normal albumin dalam darah mencapai 3.4 and 5.4 g/dL. Albumin sendiri diproduksi dalam hati melalui mekanisme proses penyerapan protein yang dilakukan oleh hati. Hasil penyerapan inilah yang kemudia dialihkan menjadi albumin


Fungsi dan manfaat Albumin dalam tubuh manusia


  • Sebagai Agen Pengikat Darah
    Sel darah sebenarnya tidak sepenuhnya dalam bentuk cairan. Albuminlah yang mengikat seluruh bagian sel dengan air sehingga membentuk cairan darah sebagaimana yang Anda kenal sekarang. Albumin mengikat darah dan ketika jumlahnya tidak sesuai kebutuhan, sel-sel dalam darah dan cairan akan terpisah sehingga membentuk endapan-endapan darah pada beberapa bagian tubuh yang kemudian disebut edema. Pada bagian dimana edema terjadi, muncul pembengkakan kadang disertai lebam.

  • Menjadi Penjaga Keseimbangan Cairan dalam Tubuh
    Sel sendiri membutuhkan keseimbangan cairan dalam menjaga fungsinya. Dan di sini albumin merupakan agen yang berfungsi menjaga kondisi tersebut. Kadang sel tubuh mengalami kekurangan kadar air, dan albumin akan membantu mengarahkan air dalam darah untuk masuk dalam sel bersangkutan untuk mengembalikan kadar normal air dalam sel tersebut. Pada kondisi berlawanan albumin juga membantu sel mengeluarkan kelebihan air dan memasukannya kembali dalam darah. Ini juga berkaitan dengan edema, ketika tubuh tak lagi bisa mengendalikan kekurangan dan kelebihan air dalam sel.

  • Sebagai Saluran Berbagai Nutrisi dan Hormon
    Sebagaimana fungsi albumin sebagai pengikat dalam darah, albumin juga menjadi media dimana berbagai nutrisi, lemak, beberapa hormon seperti tiroksin serta kortisol, beberapa protein darah seperti bilirubin, dan beragam mineral tersimpan selama berjalan menuju seluruh tubuh melalui plasma darah. Sehingga ketika kekurangan albumin tubuh bisa mengalami malnutrisi.

  • Membantu Memperbaiki Kerusakan Jaringan
    Albumin memegang peranan penting dalam proses regenerasi dan perbaikan sel sekaligus sebagai agen pembentuk ikatan antar sel. Selain itu albumin membantu memberi sinyal pada sistem imunitas akan adanya serangan kerusakan sel. Itu sebabnya albumin juga erat kaitannya dengan pembentukan sel darah putih sebagai garda utama sistem imunitas. Ketika terjadi hipoalbumin, tubuh akan mudah mengalami edema sehingga meningkatkan efek inflamasi, selain proses pembentukan sel baru berjalan menjadi lebih lambat.

Akibat dari kekurangan Albumin

Bila jumlah albumin dalam tubuh kurang maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (eodema) misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites. Hal ini biasa dialami pada penderita penyakit heptitis, diabetes mellitus / kencing manis, gagal ginjal, tumor, kanker, dan stroke.

Akibat kurangnya albumin menjadi penyebab tekanan osmotik darah turun sehingga pengangkutan asam lemak, hormon, enzim, dan obat terganggu.
Inilah yang memperlambat proses penyembuhan pada penderita penyakit berat dan degeneratif. 
Dalam konteks anak-anak, bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin, seperti penderita tuberkulosis (TBC), daya kerja obat yang diminum menjadi kurang maksimal. 

Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan badan dan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel ditubuh dan otak akan semakin lambat. Pertumbuhan sel yang lambat inilah yang menyebabkan anak lambat perkembangan tubuhnya serta menjadi kurang cerdas.

Fungsi melakukan Tes Albumin 
Tes ini dapat mendeteksi kerusakan fungsi hati atau kondisi ketika tubuh tidak menyerap cukup protein. Gejala penyakit hati, di antaranya:
  • jaundice atau penyakit kuning
  • kelelahan
  • penurunan berat badan
  • pembengkakan di sekitar mata, perut, dan/atau kaki
Di samping itu, tes ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi pankreatitis kronis, penyakit hati, atau penyakit ginjal. Jika Anda mengidap salah satu penyakit di atas, hasil albumin serum test dapat menunjukkan kondisi kesehatan Anda.

Segera lakukan pemeriksaan di golab untuk mengetahui kadar albumin serum dan deteksi dini berbagai macam penyakit yang selalu mengintai.


Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 

Source : Berbargai sumber


0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB