Monday, 23 May 2016

http://3.bp.blogspot.com/-kumCBqv5Brs/VkgNNhStLlI/AAAAAAAABZk/2ErlyLspIII/s640/mimisan.jpg
Tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang penyakit ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) . Sebagian orang mengetahui kalau ITP adalah penyakit yang berbahaya. Padahal penderita ITP banyak yang melakukan aktifitas layaknya orang normal lainnya. 

ITP atau Idiopathic thrombocytopenic purpura adalah penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan. Pendarahan yang terjadi disebabkan oleh tingkat trombosit yang rendah. Trombosit adalah sel darah yang membantu dalam penggumpalan darah untuk mencegah dan menghentikan pendarahan.

Kondisi ini bisa terjadi kepada orang dewasa dan anak-anak. ITP yang terjadi pada anak-anak biasanya terjadi setelah infeksi virus dan bisa pulih sepenuhnya tanpa melalui pengobatan atau penanganan khusus. Sedangkan pada orang dewasa, ITP biasanya merupakan kelainan yang bersifat kronis atau jangka panjang.

ITP adalah kondisi idiopatik atau tidak diketahui penyebab/penyakit dasar. Secara istilah, berikut ini penjelasan tentang ITP.
  • Idiopathic. Tidak diketahui penyebab dasarnya.
  • Thrombocytopenic. Jumlah trombosit di bawah kadar normal.
  • Purpura. Ruam berwarna merah-keunguan.
Pengobatan yang dilakukan pada ITP sangat bergantung kepada jumlah trombosit dan usia. Pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan ketika tidak ada tanda pendarahan dan jumlah trombosit mendekati normal. Sedangkan pada kasus yang lebih serius, obat-obatan akan diberikan dan bahkan mungkin diperlukan operasi untuk situasi yang cukup parah.

Gejala-gejala ITP

Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul akibat idiopathic thrombocytopenic purpura atau ITP:
  • Memar mundah muncul atau terjadi pada banyak bagian tubuh.
  • Pendarahan akibat luka yang berlangsung lebih lama.
  • Pendarahan yang terjadi di bawah kulit dan terlihat seperti bintik-bintik merah-keunguan yang terjadi pada kaki.
  • Pendarahan dari hidung atau mimisan.
  • Darah pada urine atau tinja.
  • Pendarahan pada gusi, terutama setelah perawatan gigi.
  • Pendarahan berlebihan saat menstruasi.
  • Sangat kelelahan.
Terkadang ITP tidak menimbulkan gejala sama sekali, khususnya pada anak-anak. Ketika anak-anak menderita ITP, sistem kekebalan tubuhnya secara keliru menghasilkan antibodi terhadap trombosit setelah infeksi virus atau kuman lain. Kondisi ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang bisa terjadi beberapa minggu dan akhirnya menghilang. Namun dalam beberapa kasus, ITP bisa menjadi kronis atau berkelanjutan.

Mendiagnosis ITP

Diagnosis ITP dilakukan dengan memastikan bahwa gejala pendarahan atau jumlah trombosit yang rendah bukan karena penyakit atau kondisi lain. Jika tidak didapati penyebab tertentu, maka akan disimpulkan bahwa pasien mengalami ITP. Prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis ITP adalah:
Tes darah lengkap. Tes darah umum ini berguna untuk menghitung jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit darah. Penderita ITP akan memiliki jumlah sel darah merah dan sel darah putih normal, tapi jumlah trombosit menjadi rendah.
  • Tes fisik dan riwayat kesehatan lengkap. Tanda-tanda apakah terdapat pendarahan di bawah kulit akan diperiksa oleh dokter. Selain itu, dokter juga menanyakan riwayat penyakit yang pernah Anda derita dan jenis obat-obatan maupun suplemen yang Anda konsumsi.
  • Pemeriksaan sumsum tulang. Prosedur ini juga bisa membantu dalam mengenali penyebab rendahnya trombosit jumlah. Trombosit diproduksi di dalam sumsum tulang. Prosedur yang biasanya dilakukan adalah biopsi sumsum tulang atau aspirasi sumsum tulang. Sampel jaringan, baik yang cair dan/atau yang padat, diambil dari sumsum tulang yang sama.

Jadi jika anda mengalami gejala-gejala seperti uraian diatas, jangan tunda untuk melakukan konsultasi dokter dan periksakan segera kesehatan anda di laboratorium global.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 


source : Alodokter 
Banyak yang tahu bahwa trombosit yang rendah itu berbahaya, namun tidak banyak yang mengetahui apa penyebab trombosit turun selain penyakit demam berdarah yang banyak terjadi di Indonesia.

Bersumber dari: Penyebab Trombosit Turun dan Akibatnya | Mediskus.com
Banyak yang tahu bahwa trombosit yang rendah itu berbahaya, namun tidak banyak yang mengetahui apa penyebab trombosit turun selain penyakit demam berdarah yang banyak terjadi di Indonesia.

Bersumber dari: Penyebab Trombosit Turun dan Akibatnya | Mediskus.com
Banyak yang tahu bahwa trombosit yang rendah itu berbahaya, namun tidak banyak yang mengetahui apa penyebab trombosit turun selain penyakit demam berdarah yang banyak terjadi di Indonesia.

Bersumber dari: Penyebab Trombosit Turun dan Akibatnya | Mediskus.com
Banyak yang tahu bahwa trombosit yang rendah itu berbahaya, namun tidak banyak yang mengetahui apa penyebab trombosit turun selain penyakit demam berdarah yang banyak terjadi di Indonesia.

Bersumber dari: Penyebab Trombosit Turun dan Akibatnya | Mediskus.com
Banyak yang tahu bahwa trombosit yang rendah itu berbahaya, namun tidak banyak yang mengetahui apa penyebab trombosit turun selain penyakit demam berdarah yang banyak terjadi di Indonesia.

Bersumber dari: Penyebab Trombosit Turun dan Akibatnya | Mediskus.com

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB