Tuesday, 19 April 2016

 


Pernah kah anda meraba bagian leher anda, ? Pernahkah anda memiliki benjolan disekitar leher anda ? jika ia pasti pernah muncul dibenak anda apakah bejolan tersebut berbahaya atau tidak. Bagi anda yang memiliki benjolan dileher sebaiknya mewaspadai segala kemungkinan. Mari kita mengetahui penyebab benjolan dileher.

Berikut ini adalah beberapa penyebab benjolan di leher:

1. Pembengkakan kelenjar tiroid
Kelenjar yang bentuknya mirip kupu-kupu ini berada di leher dan tepat di depan tenggorokan Anda. Kelenjar tiroid biasanya tidak terlihat, tapi karena beberapa sebab, kelenjar dapat membengkak dan menimbulkan benjolan di leher yang kerap disebut gondok. Pembengkakan ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti kekurangan yodium, kelenjar terlalu atau kurang aktif, dan kanker tiroid.

2. Kista. 
Coba pegang dan usap benjolan di leher Anda, jika bentuknya kecil, teraba seperti sebuah kacang dan bergeser di bawah kulit bila ditekan, bisa jadi benjolan Anda disebabkan oleh kista jinak. Anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan benjolan dapat hilang dengan sendirinya tanpa bantuan pengobatan. 

3. Pembengkakan kelenjar getah bening. 
Pembengkakan biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi antara lain infeksi tenggorokan, infeksi gigi, pilek, campak, TBC, autoimun (lupus) dan sifilis. Benjolan dapat kempes dengan sendirinya ketika kondisi kesehatan Anda mulai membai.

4. Batu di kelenjar ludah.
Bahan kimia yang terdapat dalam air liur terkadang dapat mengendap dan membentuk batu kecil. Batu tersebut bisa menyumbat aliran air liur ke dalam mulut Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada leher.

5. Kanker. 
Anda berisiko tinggi memiliki benjolan yang bersifat kanker jika menjalani gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Umumnya kanker mulut, tenggorok, pita suara, dan lidah akan menyerang mereka yang meneruskan kebiasaan buruk ini. Selain itu, benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengidap leukimia (kanker darah putih), kanker payudara, atau kanker paru-paru. Risiko terkena kanker akan lebih tinggi jika Anda berusia 40 tahun ke atas.

6. Skin tag atau pertumbuhan kulit berlebihan. 
Ini adalah kondisi ketika kulit sering bergesekan dengan kulit di bagian lain atau bergesekan dengan pakaian, sehingga kulit ditumbuhi oleh daging kecil berwarna kecokelatan mirip kutil. Kondisi ini umum terjadi, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak berbahaya, dan bisa hilang dengan sendirinya. Siapa saja dapat mengalaminya, namun terutama penderita diabetes, obesitas, wanita hamil dan orang tua akan lebih umum untuk memiliki skin tag.

Bagaimana kita mengetahui benjolan berbahaya atau tidak ?

Untuk mengetahui apakah benjolan yang Anda miliki berbahaya atau tidak, coba perhatikan benjolan tersebut dengan saksama.

Perhatikan apakah Anda memiliki benjolan dengan kriteria sebagai berikut:
  • Tidak kunjung kempes hingga lebih dari sebulan.
  • Terlihat terus membesar.
  • Terasa mengeras atau tidak bergerak ketika disentuh.
  • Diiringi oleh demam, sesak napas, nyeri dan sulit menelan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, suara serak, adanya darah pada air liur, atau perubahan kulit.
 jika anda memiliki benjolan seperti diatas anda dianjurkan segera melakukan konsultasi dokter untuk memastikan apakah benjolan berbahaya atau tidak. Dokter mungkin akan menyarankan  Anda menjalani beberapa tes untuk mengecek penyebab munculnya benjolan tersebut. Beberapa tes yang mungkin Anda jalani adalah tes  darah, tes HIV, X-ray, USG, dan MRI serta biopsi.
Setelah mengetahui penyebabnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk benjolan yang Anda derita.Pada umumnya benjolan di leher tidak berbahaya. Namun tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter jika ada kejanggalan pada benjolan tersebut. Deteksi dini dan segera periksakan diri anda di Laboratorium global  untuk mencegah Anda dari bahaya benjolan yang mematikan.

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 
sumber: Alodokter

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB