Wednesday, 13 April 2016

Ada banyak hal yang perlu dilakukan ibu hamil untuk melindungi calon buah hati. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, gaya hidup yang sehat hingga tes kesehatan yang memadai, termasuk tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) sekalipun. Sesuai dengan namanya, tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, dalam hal ini adalah ibu hamil. Hal ini dapat diketahui dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV dalam sampel darah.

Memang HIV ataupun AIDS merupakan penyakit yang memiliki stigma negatif di masyarakat luas. Dua penyebab HIV yang umumnya diketahui masyarakat luas dikarenakan karena hubungan seksual  yang tidak aman ataupun pemakaian jarum suntik atau alat tajam lainnya yang tercemar HIV yang digunakan secara bergantian. Namun selain kedua hal tersebut, ternyata virus HIV juga dapat ditularkan melalui transfusi darah ataupun transmisi dari ibu hamil yang positif HIV pada bayi yang sedang dikandung. Jadi jangan marah atau tersinggung jika pihak medis merekomendasikan untuk melakukan tes HIV inidi awal masa kehamilan. Bagaimanapun juga tes ini bertujuan untuk melindungi kesehatan buah hati.

Para calon ibu memang dianjurkan untuk menjalani tes HIV pada masa awal kehamilannya. Ini merupakan cara pencegahan agar sang jabang bayi tidak sampai tertular virus mematikan yang berasal dari ibunya. Sebab, begitu tahu bahwa ibu positif terinfeksi virus HIV, maka ia memiliki banyak waktu untuk mencari tahu bagaimana cara yang tepat melindungi dirinya dan calon anaknya.

Dikutip dari Unicef Indonesia (14/10/2014), Wanda (bukan nama sebenarnya) masih berusia 32 tahun dan sedang mengandung anak kedua, ketika ia mendengar kabar suaminya telah mengidap AIDS cukup parah.
Dengan anjuran dokter dan suster di Rumah Sakit Umum Wamena di Papua, Wanda, yang usia kandungannya sudah delapan bulan saat itu, turut menjalani tes, dan mendapati bahwa ia pun telah terinfeksi HIV. Dokter segera memberinya obat yang dibutuhkan selama kehamilannya, dan ia melahirkan anaknya lewat operasi Cesar. 
Suaminya meninggal beberapa bulan setelah ia melahirkan, namun bayi laki-lakinya telah dinyatakan bebas HIV ketika menjalani pemeriksaan pada usia 19 bulan. 
“Saya sangat lega dia tidak tertular saya,” kata Wanda, yang sekarang tinggal di sebuah shelter untuk orang yang hidup dengan HIV dan AIDS selama menjalani perawatan. Untuk melindungi anaknya yang sekarang sudah berusia dua tahun dan dirawat oleh neneknya di kampung, dia tidak pernah memberinya ASI.
Kalau saja Wanda tidak menjalankan tes HIV tersebut, mungkin dia telah menularkan virusnya ke bayinya. Melindungi bayi dari penularan HIV oleh ibu mereka adalah tujuan layanan Pencegahan Transmisi HIV dari Ibu ke Anak - yang lebih dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya PMTCT.
Dr. Uma Rani mengatakan, ibu harus tahu bahwa seorang bayi yang lahir dari seorang ibu yang dinyatakan HIV positif, kemungkinan akan tertular sangatlah kecil jika di masa kehamilannya, seorang ibu lebih peduli akan hal tersebut. Meski begitu, Dr. Rani menyarankan agar anak yang lahir dari ibu dengan HIV positif harus tetap menjalani pemeriksaan.

Dikutip dari Health Me Up, Senin (18/8/2014) Konsultan Senior, Obstetri dan Ginekologi di Delhi Sri Balaji Action Medical Institute, India,  berbagi tips agar penularan virus HIV tidak sampai dialami oleh si jabang bayi;

1. Wanita yang terinfeksi HIV dan berisiko HIV, harus menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, melalui keluarga berencana dan test HIV serta melakukan konseling.
2. Memastikan pengujian HIV selama periode kehamilan dan ART.
3. Jika terinfeksi, memastikan asimilasi yang lebih baik dari perawatan HIV dan pengobatannya.
4. Menjaga diri selama usia reproduksi, melalui kesehatan reproduksi dan pencegahan melalui layanan HIV.

Lebih lanjut Rani mengatakan, deteksi infeksi HIV selama masa kehamilan atau sebelum kehamilan jika memungkinkan adalah wajib bagi semua wanita untuk mengambil tindakan sedini mungkin, untuk menyelamatkan nyawa dari janin yang ada di kandungannya.

Segera lakukan pemeriksaan Tes HIV di tempat kami!


Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan

Source : Berbagai Sumber


0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB