Tuesday, 5 April 2016

Jika Anda pernah mengalami rasa pusing tiba-tiba saat Anda berdiri setelah duduk, mata berkunang-kunang dan badan sempoyongan serasa ingin jatuh, Anda patut untuk waspada karena kondisi tersebut menandakan ada masalah dengan kesehatan Anda. Salah satu kondisi yang menyebabkan hal ini yaitu hipotensi ortostatik.

Hipotensi ortostatik adalah sebuah penyakit penurunan tekanan darah dalam tubuh dikarenakan seseorang berdiri secara tiba- tiba. Gangguan kesehatan ini banyak dialami oleh mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Pada usia ini kemampuan sel khusus yang terletak di dekat jantung serta arteri leher yang berperan sebagai pengatur tekanan darah diperlambat. Semakin tua usia seseorang, akan lebih susah lagi bagi organ jantung untuk berdetak lebih cepat serta mengkompensasi tekanan darah. Berbeda dengan usia tua, orang yang terjangkit Hipotensi ortostatik di kalangan dewasa biasa disebabkan oleh dehidrasi atau akibat kehilangan banyak darah. 

Bagaimana gejalanya?
  • Bingung atau linglung
  • Merasa kepala sering pusing
  • Wajah pucat dan sering keluar keringat dingin
  • Rasa tidak nyaman pada area perut
  • Rasa tercekik
  • Pingsan
  • Penyebab mata berkunang-kunang dan sempoyongan yang sering tejadi ketika berdiri atau ketika bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba.
  • Kemunduran fungsi mental
  • Kepala terasa berputar atau melayang
Apa penyebabnya?

1. Adanya masalah pada jantung
Ada beberapa kondisi jantung yang dapat memicu terjadinya hipotensi ortostatik seperti denyut jantung yang rendah, serangan jantung, gejala gagal jantung serta adanya masalah pada katup jantung. Jantung merupakan organ penting bagi manusia, jika terdapat gangguan pada gejala jantung bocor akan lebih baik segera ditindaklanjuti karena bisa membahayakan nyawa.

2. Beberapa jenis penyakit tertentu
Ada beberapa jenis penyakit tertentu yang dapat membuat seseorang terkena hipotensi ortostatik seperti diabetes. Ciri-ciri diabetes yang tidak segara diobati atau mungkin yang sudah tidak bisa diobati dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi karena buang air kecil yang semakin sering. Ada pula penyakit addison serta gangguan sistem syaraf yang dapat memicu hipotensi ortostatik ini.

3. Penggunaan beberapa jenis obat-obatan
Bagi anda yang gemar mengonsumsi obat-obatan untuk tujuan kesehatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya gangguan yang tidak diinginkan terlebih jika obat tersebut merupakan jenis obat yang dikonsumsi dalam waktu panjang.

4.  Penurunan volume darah
Penurunan volume darah, dapat dipicu oleh anemia atau bisa juga karena kekurangan cairan. Gejala anemia dan kekurangan cairan tidak hanya memicu terjadinya hipotensi ortostatik melainkan juga dapat membuat seseorang lemas dan kehilangan daya konsentrasi. Hal yang harus anda perhatikan untuk menanggulangi kejadian ini adalah ketika anda melakukan banyak aktivitas fisik yang melelahkan sebaiknya anda selalu siap sedia dengan air putih supaya cairan tubuh yang hilang akibat keluarnya keringat yang berlebihan dapat dihindarkan.

Bagaimana mencegahnya?

1. Hindari berdiri secara tiba-tiba
Seseorang yang melakukan gerakan berdiri secara tiba-tiba, dapat membuat sejumlah darah berkumpul pada pembuluh vena terutama pada bagian tubuh bagian bawah serta tungkai akibat gaya gravitasi bumi. Darah yang terkumpul pada bagian bawah tubuh tersebut menyebabkan berkurangnya darah yang akan dipompa oleh jantung. Dalam hal ini tubuh akan segera memberikan respon berupa detak jantung normal yang bertambah cepat dengan kontraksi yang jauh menguat. Pada saat itu, pembuluh darah akan mengkerut dan jika respon kompensasi ini gagal atau karena tidak lancar maka hipotensi ortostatik dapat terjadi.

2. Cukupi cairan tubuh anda 
Kehilangan cairan bisa dipicu oleh keluarnya keringat yang berlebihan, bahaya diare, muntah, penyakit addison serta gejala diabetes. Kekurangan cairan ini dapat memicu penurunan volume darah dalam tubuh. Untuk mencegahnya tentu anda bisa memperbanyak konsumsi air untuk tubuh supaya terhindar dari dehidrasi.

3. Hindari penggunaan obat-obat tertentu
Pada sebagian besar orang yang terkena hipotensi ortostatik, mereka terkena gangguan kesehatan ini akibat pengonsumsian beberapa jenis obat. Ada beberapa jenis obat-obatan tertentu yang dapat berdampak pada kesehatan dan memicu terjadinya hipotensi ortostatik ini seperti diuretika yang dapat menyebabkan penurunan volume darah pada tubuh dengan cara mengeluarkan cairan pada tubuh sehingga memicu penurunan tekanan pada darah terlebih jika digunakan dalam dosis yang tinggi. Selain itu ada pula jenis obat-obatan yang berupa:

  • Obat antihipertensi seperti debrisoquine, alfa bloker, beta bloker, guanethi-dine, bethanide
  • Obat dari golongan nitrat
  • Sedatif, trankuilizer, hipnotik
  • Insluin
  • Antipsikotik dan antidepresan
  • Obat anti parkinson dari golongan anti-kolinergik dan levodopa
Bagi anda yang membutuhkan obat-obatan tersebut untuk kebutuhan kesehatan, anda bisa meminta petunjuk dari dokter untuk penggunaan resep serta dosis yang tepat sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghindari efek yang buruk.

4. Atasi gejala anemia anda
Sama dengan kehilangancairan yang berlebihan, maka pendarahan juga dapat memicu penurunan volume darah pada tubuh. Perbanyak konsumsi makanan yang dapat membantu melancarkan aliran darah serta membantu pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Lakukan pemeriksaan darah rutin secara teratur agar dapat mengetahui status anemia anda lebih dini sehingga memudahkan dalam penanganannya. Pemeriksaan darah rutin yang cepat dan tepat dapat anda dapatkan di Golab.
Hubungi dan kunjungi kami 

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan






0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB