Sunday, 24 April 2016

 
Telur adalah salah satu makanan penolong yang multifungsi. Bisa dijadikan dadar, telur rebus, mata sapi dan sebagainya. Saat tanggal makin menua, telur dan nasi saja sudah cukup mewah jadi makanan sehari-hari.
Telur merupakan salah satu sumber protein yang mudah kita dapatkan. Selain itu, telur juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting. Satu telur rebus mengandung 78 kalori, 6,29 gram protein, 25 miligram kalsium, 0,59 miligram besi, dan 112,7 mikrogram kolin. Telur juga mengandung 22 mg folat, 260 IU vitamin, 44 IU vitamin D, 176 mg lutein dan zeaxanthin. 
Kandungan tersebut tentu sangat dibutuhkan oleh tubuh. Seperti kolin yang diperlukan untuk pertumbuhan fungsi otak, lutein dan zeaxanthin yang bisa mencegah keruskan mata, terutama katarak dan degenerasi makula. Namun masalahnya adalah segala nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tentu ada kadar batasnya. Misalnya, jumlah protein yang dapat dikonsumsi orang dewasa sehat setidaknya  46 sampai 56 gram protein per hari. Jumlah tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, termasuk telur. Jika berlebih maka dapat beresiko bagi kesehatan. 

Oleh karena itu, tidak baik mengkonsumsi telur terlalu banyak. Batasi konsumsi telur secara bijaksana dan variasikan makanan yang dikonsumsi tentu akan lebih baik. Berikut ini beberapa resiko yang dapat diakibatkan karena terlalu banyak mengkonsumsi telur.

1. Meningkatkan Kolesterol
Telur mengandung lemak sekitar 200 mg per butirnya. Konsumsi 6 butir dalam seminggu adalah batas maksimal yang diperbolehkan. Namun jumlah ini juga harus diimbangi dengan aktivitas hidup yang lebih dinamis. Bila tidak, tubuh akan mengalami peningkatan kolesterol dan meningkatkan resiko penyakit jantung.

2. Resiko Diabetes
Kandungan lemak dalam telur juga bisa memicu penyakit kencing manis, terutama pada wanita. Makan telur ayam setiap hari membuat pria beresiko 55% mengalami diabetes tipe dua. Sedangkan wanita, sekitar 77%. Ups, ganti dengan protein nabati, yuk.

3. Menghasilkan Jerawat
Telur juga bisa membuat kulit kita menumpuk minyak atau mengalami jerawat hormonal. Telur sama halnya seperti kacang dan makanan pedas, sama-sama bisa memicu munculnya jerawat di kulit.

4. Menambah Berat Badan
Karena kandungan lemaknya tinggi, telur juga bisa membuat kita menambah berat badan. Bila ingin lebih sehat, sebaiknya makan telur 2-3 hari sekali untuk wanita yang merasa kelebihan berat badan.

5. Ketidakseimbangan Hormon
Konsumsi terlalu banyak telur membuat hormon mudah naik turun. Apalagi pada wanita. Konsumsi protein hewani macam ini sebaiknya diatur dengan lebih banyak sayur dan buah untuk mengimbangi efek sampingnya.

6.Menimbulkan Alergi
Bagi Anda yang mudah alergi makanan, telur jenis tertentu (apalagi sekarang banyak telur imitasi) bisa membuat kita mengalami alergi. Bila Anda ingin konsumsi telur yang aman, selalu perhatikan apakah telur Anda berkualitas baik, tidak busuk, kulitnya tidak retak dan sebagainya. Hal ini meminimalisir efek tidak higienis dari telur yang bisa membuat alergi makanan. 

Dengan mengetahui resiko terlalu banyak mengkonsumsi telur, kita dapat lebih mengontrol pola konsumsi kita. Makanan yang bervariasi tentu lebih sehat dengan beragam nutrisinya. Telur adalah makanan yang baik dan berguna oleh tubuh asalkan tidak berlebihan. 

Jika anda merupakan sering mengkonsumsi telur bahkan melebihi batas konsumsi telur perminggu, ada baiknya anda melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya resiko penyakit diatas. Jangan lupa untuk melakukan  pemeriksaan laboratorium anda di GOLAB

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan


 sumber : Vemale.com

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB