Tuesday, 12 April 2016


Hepatitis autoimun (AIH) adalah peradangan di hati/liver yang terjadi saat system imun anda menyerang hati anda. Walaupun penyebab hepatitis autoimun belum sepenuhnya dimengerti, beberapa penyakit, toksin/racun, dan obat-obatan dapat mencetuskan munculnya hepatitis autoimun di orang yang rentan, terutama wanita.

Hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut di hati (cirrhosis) dan pada akhirnya akan menjadi gagal hati. Apabila didiagnosa dan diobati saat awal permulaan, hepatitis autoimun dapat dikendalikan dengan obat yang menekan sistem imun. Transplantasi hati dapat menjadi pilihan pada hepatitis autoimun yang tidak dapat dikendalikan dengan pengobatan atau apabila penyakit hati sudah dalam tahap lanjut. 

Tanda dan gejala hepatitis autoimun dapat bervariasi dari ringan sampai berat dan dapat muncul secara mendadak atau muncul perlahan seiring dengan perjalanan penyakit. Beberapa orang memiliki masalah yang disadari di stadium awal penyakit, di mana yang lain dapat mengalami tanda dan gejala sebagai berikut: -Kelelahan 
-Ketidaknyamanan di daerah perut
-Nyeri sendi Gatal (pruritus) 
-Kulit dan bagian putih mata yang menguning (jaundice) 
-Hati yang membesar 
-Pembuluh darah abnodmal di kulit (spider angioma/spider nevi) 
-Mual dan muntah 
-Kehilangan nafsu makan 
-Ruam kulit 
-Urin berwarna gelap 
-Pada wanita, berhenti menstruasi 

Hepatitis autoimun disebabkan saat system imun tubuh, yang seharusnya menyerang pathogen seperti virus atau bakteri, menyerang liver. Serangan ini dapat menyebabkan peradangan kronik dan kerusakan yang serius pada sel hati. Mengapa tubuh menyerang hati ini masih belum jelas, tetapi peneliti menduga bahwa hepatitis autoimun dapat disebabkan oleh interaksi antara beberapa faktor risiko, seperti infeksi, medikasi, dan predisposisi genetic.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko hepatitis autoimun adalah: 
-Jenis kelamin wanita. 
Walaupun kedua wanita dan pria dapat mengalami hepatitis autoimun, penyakit ini jauh lebih sering terjadi pada wanita.
-Usia. 
Hepatitis autoimun tipe 1 dapat terjadi di usia berapapun. Tipe 2 lebih sering terjadi pada wanita yang masih muda. Riwayat infeksi tertentu. Hepatitis autoimun dapat terjadi setelah infeksi bakteri atau virus tertentu. 
-Penggunaan obat tertentu. 
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik minosiklin (dynacin, minocin, dan lain-lain) dan obat penurun kadar kolestrol atorvastatin, telah dihubungkan dengan hepatitis autoimun.
-Faktor keturunan. 
Penelitian membuktikan bahwa salah satu faktor predisposisi dari hepatitis autoimun adalah keturunan.
-Memiliki penyakit autoimun. 
Orang yang telah memiliki penyakit autoimun lebih mungkin menderita hepatitis autoimun. 
Temuilah dokter anda apabila anda memiliki tanda atau gejala yang membuat anda khawatir. AIH merupakan penyakit kronik yang berlangsung bertahun-tahun. Jika tidak ditangani maka penyakit AIH seiring waktu akan semakin memburuk dan menyebabkan terjadinya sirosis (pengerasan hati) juga kegagalan hati (hilangnya fungsi hati secara cepat dalam hitungan hari. atau minggu). Hal ini dapat dihindari apabila dilakukan diagnosis dan penanganan sedini mungkin. Saat ini, AIH dapat didiagnosis melalui pemeriksaan darah dan biopsi hati.
Jangan lupa cek kesehatan anda secara rutin, ya? 
 
Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-6743187

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan




Hepatitis autoimun adalah peradangan di hati/liver yang terjadi saat system imun anda menyerang hati anda. Walaupun penyebab hepatitis autoimun belum sepenuhnya dimengerti, beberapa penyakit, toksin/racun, dan obat-obatan dapat mencetuskan munculnya hepatitis autoimun di orang yang rentan, terutama wanita. Hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut di hati (cirrhosis) dan pada akhirnya akan menjadi gagal hati. Apabila didiagnosa dan diobati saat awal permulaan, hepatitis autoimun dapat dikendalikan dengan obat yang menekan sistem imun. Transplantasi hati dapat menjadi pilihan pada hepatitis autoimun yang tidak dapat dikendalikan dengan pengobatan atau apabila penyakit hati sudah dalam tahap lanjut.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/60_hepatitis-autoimun.html
Copyright DokterDigital.com

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB