Friday, 11 March 2016

Seluruh pembuluh darah atau vaskular di seluruh bagian tubuh dapat mengalami penyempitan. Penyempitan pembuluh darah arteri bisa berakibat fatal, mulai dari stroke hingga serangan jantung. Resiko penyempitan pembuluh darah umumnya akan meningkat seiring bertambahnya usia.  Namun, beberapa faktor risiko bisa membuatnya dialami lebih awal, yaitu:

•    Low-density lipoprotein (LDL) tinggi. Kala LDL --atau yang kerap disebut sebagai  kolesterol jahat--  terlalu banyak di dalam darah, maka akan membentuk dinding pada bagian dalam pembuluh darah arteri. Tumpukan LDL inilah yang membentuk plak.

•    Diabetes. Diabetes dapat memicu gangguan kolesterol, sehingga meningkatkan kadarnya dalam darah. Diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan endotel sehingga plak akan lebih cepat terbentuk. Penyempitan pembuluh darah pada penderita diabetes akan menyebabkan neuropati sehingga luka dan infeksi tidak terasa dan sulit sembuh.

•    Hipertensi. Makin tinggi tekanan dalam pembuluh darah, makin tinggi gesekan terjadi pada dinding pembuluh darah, sehingga terjadi peradangan yang menimbulkan penebalan dan pengapuran pembuluh darah.

•    Obesitas dan kurang olahraga. Kondisi ini membuat lemak menumpuk pada pembuluh darah.

•    Rokok. Zat nikotin yang terkandung dalam rokok menyebabkan kerusakan endotel sehingga memicu penebalan dan pengerasan pembuluh darah, dan berujung pada penyempitan dan penyumbatan.

•    Emboli. Berupa bekuan darah atau materi lain, yang berbentuk padat atau cair, atau gas yang terbawa aliran darah melalui pembuluh darah, tersangkut di pembuluh darah atau percabangan yang terlalu kecil untuk dilewatinya sehingga menyumbat sirkulasi darah. Emboli udara bisa terjadi saat pemasangan infus, suntikan, dan kerap dialami penyelam karena teknik yang salah.

•    Stres. Ditandai dengan peningkatan hormon kortisol yang bisa meningkatkan kadar LDL serta dapat mengganggu keseimbangan zat-zat yang mengatur penyempitan dan pelebaran pembuluh darah.

•    Genetis. Salah satu penyakit genetis yang mengganggu peredaran darah adalah  sindrom  marfan (gangguan genetis pada jaringan ikat) yang menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang.

Bagi penderita penyakit vaskular, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat sesuai dengan faktor risiko dan seberapa parah penyempitan. Dokter mungkin saja meresepkan obat penurun kadar kolesterol, mengurangi atau mengontrol tekanan darah tinggi, meningkatkan aliran darah,   juga mengontrol gula darah dan diabetes.

Selain itu, beberapa tindakan medis yang bertujuan melebarkan bagian pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat, mungkin saja dilakukan. Misalnya, Angioplasti–balonisasi (membuka dengan memasang balon), stent (pemasangan cincin penyangga agar pembuluh darah yang sudah melebar tidak kembali menyempit lagi), rotablation (menghancurkan plak menggunakan kateter dengan mata bor halus), directional atherectomy (mengerok dan menyedot keluar kerak dalam pembuluh darah), artery bypass graft (membuat saluran baru melewati arteri yang mengalami penyempitan atau penyumbatan).

Namun, secanggih apa pun tindakan yang bisa memperbaiki, sumbatan bisa saja kembali terjadi jika gaya hidup tidak diubah. Karena itu, pencegahan dengan mewaspadai faktor risiko, tetap yang utama.


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kontrol faktor resiko yang ada pada anda dengan pemeriksaan laboratorium.
  
Hubungi 

Laboratorium Global Farma
Jl.A.Yani Km 6,6 No.55
DEPAN GIANT STORE
Kertakhanyar Kalsel
Telp : 0511.327.6533 
web : www.laboratoriumglobal.com

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
Diolah dari berbagai sumber

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB