Sunday, 27 March 2016


Apa yang terlintas di pikiran anda jika mendengar LED? 
Televisi ? Lampu ?
sama sekali bukan LED Light Emitting Diode itu yang akan kami bahas.
LED yang akan kita kenali lebih jauh kali ini adalah LED dalam konteks kesehatan. 

Lalu, apa sih LED dalam konteks kesehatan? Ko bisa disebut sebagai 'speedometer' nya endapan darah?

LED adalah kepanjangan dari Laju Endap Darah. Proses pengendapan darah ini dilakukan oleh tenaga laboratorium dengan memasukkan darah ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin cepat dan banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi laju endap darahnya. Ada tiga tahap pada proses pengendapan darah ini yaitu tahap pembentukan rouleaux, pengendapan, dan pemadatan. Jadi, LED ini berfungsi mengukur kecepatan atau speedometer bagi sel-sel darah merah (eritrosit) di dalam tabung uji dengan satuan (mm/jam).

Tinggi rendahnya nilai pada Laju Endap Darah (LED) sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, utamanya saat terjadi radang. Namun ada beberapa kondisi khusus seperti orang hamil, lansia maupun yang sedang mengalami haid ditemukan nilai LED yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah tinggi, dan jika nilai LED rendah pun belum tentu tidak terjadi apa-apa. Karena itu LED kurang spesifik untuk menjelaskan kondisi tubuh seseorang. Ia tidak bisa berdiri sendiri untuk menentukan suatu penyakit. 



Namun biasanya nilai LED ini menjadi rujukan bagi dokter untuk melakukan pemeriksaan tambahan bila ditemukan nilai Laju Endap Darah seseorang di atas normal. Sehingga akan ditemukan sebab kenapa nilai LED tinggi. Selain itu Laju Endap Darah pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu penyakit. Bila terjadi penurunan LED, bisa di katakan proses penyembuhan atas suatu penyakit berjalan dengan baik.
Beberapa faktor yang mempengaruhi berkurangnya/penurunan nilai LED, yaitu gula darah tinggi, penurunan fibrinogen, pengaruh penggunaan obat, kelebihan antikoagulan (anti pembekuan), dan penurunan suhu tubuh.
Adapun faktor yang meningkatkan nilai LED, yaitu menstruasi, penggunaan obat, peningkatan suhu tubuh, keberadaan kolesterol dalam tubuh, dan sedang dalam masa hamil trimester 2 dan 3. 
Tingkat LED pada wanita lebih besar dibandingkan pada pria, dan berhubungan dengan perbedaan dalam hematokrit/PCV (Packed Cell Volume). Selama masa kehamilan, LED akan meningkat setelah 3 bulan kehamilan dan kembali normal dalam 3-4 minggu setelah melahirkan. LED rendah pada bayi dan meningkat secara bertahap hingga pubertas yang kemudian menurun kembali pada usia tua.


Nilai LED memang tidak spesifik tapi dapat menggambarkan suatu kondisi tertentu. Karena itu memiliki nilai LED yang normal adalah salah satu bagian dari gambaran tubuh yang sehat!

Pemeriksaan LED ini dapat anda lakukan di Golab.
Salam sehat!

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-3276533

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 
 Mau cek lab? Golab aja!


Fungsi LED untuk mengukur kecepatan sel-sel darah merah (eritrosit) yang mengendap di dalam tabung uji dengan satuan mm/jam.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rhadityaekapratama/led-dan-d-dimer-untuk-deteksi-dini-penyakit_54f96fcca333117






0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB