Thursday, 31 March 2016



Darah dalam tubuh kita mempunyai banyak tugas. Seperti mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru, mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, mengatur distribusi hormon, mencegah infeksi dan mengontrol temperatur tubuh kita. Sebegitu pentingnya peran darah dalam tubuh, jika terjadi ’kelainan’, maka pengaruhnya adalah gangguan pada tubuh kita.
Kelainan darah pada manusia dari segi kekentalannya, bisa menjadi terlalu kental atau terlalu encer. Tubuh memiliki sistem atau faktor pembekuan untuk membentuk beku darah jika terjadi pendarahan koalgulasi. Koagulasi darah merupakan sebuah proses kompleks enzim, yang melibatkan beberapa jenis enzim, dan bisa mempengaruhi tindakan atau aktivasi enzim. Secara konvensional, proses pembekuan dibagi menjadi dua fase utama, yakni multi-tahap dan ultimate. 
Multi-tahap mengakibatkan aktivasi Prothrombin (PT) atau waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Transformasi ini menjadi enzim aktif trombin (enzim yang terbentuk dari protrombin yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin), yang mana enzim ini tidak hadir dalam sirkulasi darah. Kemudian ultimate merupakan fase yang lebih kompleks, yang akan menstabilkan aktivasi faktor fibrinaza, yang merupakan faktor ke XIII, dari XIII faktor uji laboratorium karakteristik dari pembekuan darah. 
Dengan kata lain, dalam proses pembekuan darah, diperlukan beberapa faktor pembekuan yang terdiri dari tigabelas faktor (dalam angka Romawi). Nah, jika tubuh mengalami jumlah koagulasi di atas batas normal, atau kelebihan faktor pembeku, maka yang terjadi adalah darah lebih kental, sehingga cepat membeku atau hypercoagulable. 
Misalnya jika jumlah trombosit atau protein berlebihan. Ini juga biasanya terjadi pada pasien penderita kanker. Wanita hamil dan ibu menyusui juga memiliki kecenderungan darah yang menggumpal. Secara fisik, jika seseorang mengalami darah kental, ia akan mengalami pusing, migrain, vertigo, kesemutan, telinga berdenging dan penglihatan terganggu. 
Sedangkan jika tubuh kekurangan faktor pembekuan, maka yang terjadi adalah darah terlalu encer, atau mudah terjadi pendarahan. Kekurangan atau menurunnya kadar pembeku dikenal dengan nama hemofilia. Jika tubuh mengalami luka atau cedera, akan terjadi pendarahan yang lebih lama daripada pada orang normal. 
Penderita hemofilia juga berkemungkinan mengalami pendarahan dalam (internal bleeding), dan bisa membahayakan organ dan jaringan tubuh, dan bisa mengancam jiwa. Selain terjadi pendarahan dalam jumlah banyak (jika mengalami luka atau cedera), tanda-tanda seseorang mengalami hemofilia adalah mudah mengalami memar. 
Jika terjadi external bleeding atau darah yang keluar, maka ciri-cirinya adalah mulut jika tergigit, atau ketika mencabut gigi. Hidung berdarah atau mimisan tanpa sebab yang jelas, pendarahan hebat dari luka kecil, serta berlanjut dari sebuah luka yang sempat berhenti sesaat (pendarahannya).

Tes laboratorium
Dr. Mika L. Tobing Sp.PDKHOM FINASIM, internist hematologist- medical oncologist RSUP dr. Kariadi Semarang memaparkan, untuk benar-benar memastikan apakah seseorang mengalami darah yang kental atau encer, dilakukan tes laboratorium, yang terdiri dari XIII faktor, dengan jenis karakteristik seperti Prothrombin (PT), Partial Thromboplastin Time Activated with Kaolin (PTTK), fibrinogen dan D-dimer. 
Secara sederhana, dr. Mika menjelaskan, jika PTdan PTTK memendek, berarti terjadi hiperkoagulasi, jika memanjang, berarti terjadi pendarahan. Jika fibrinogen menurun, yang terjadi adalah pendarahan, dan jika tinggi, terjadi hiperkoagulasi. Lalu jika D-dimer meningkat, terjadi hiper-koagulasi. Serangkaian tes laboratorium tersebut, akan memberi hasil akhir apakah seseorang mengalami darah kental atau encer. 
“Diantara kelainan darah tersebut, ada satu yang unik, yakni kalau pasien kekurangan faktor XII. Secara otomatis ia mudah mengalami pendarahan, namun di lain hal, darahnya justru menggumpal. Ini merupakan kasus yang sangat langka,” papar dr. Mika. Ia menjelaskan, sebenarnya bukan darah encer yang menjadi kental. 
Namun pada umumnya, kekurangan faktor koagulasi, termasuk faktor XII, cenderung bisa mengakibatkan pendarahan. Tetapi faktor XII ini justru cenderung membuat penggumpalan atau trombosis. Sehingga harus hati-hati dalam memberikan transfusi, bila pasiennya harus menjalani operasi. Faktor XII merupakan faktor Hagemen, yang merupakan salah satu penghubung dengan jalur-jalur fisiologis lain, termasuk pengaktifan kontak pembekuan, fibrinosis, jalur kinin dan komplemen. 
Bila faktor ini terganggu, misalnya karena berkontak dengan kolagen, maka ia berubah menjadi bentuk baru, sebagai enzim proteolitik (enzim yang menguraikan protein menjadi molekul-molekul yang lebih kecil). Singkatnya, faktor XII ini berperan dalam pemecah bekuan pada saat terbentuk. Dan jika ia mengalami gangguan atau kekurangan, yang terjadi adalah pendarahan namun darah menggumpal.
Menghindari benturan Kelainan darah yang mengental atau cair, merupakan faktor genetik dan tidak bisa disembuhkan. Penderitanya harus melakukan pemeriksaan atau pengawasan ketat dengan dokter yang merawatnya. Selain itu, harus menghindari kegiatan yang memiliki risiko trauma atau benturan tinggi (bagi penderita hemofilia). Seperti olahraga sepakbola, futsal atau olahraga bela diri. 
Dan menghindari minuman beralkohol bagi penderita darah kental atau polisitemia. Mutasi genetik yang bisa menyebabkan gangguan pada gen, seperti radiasi, zat kimia dari bahan bakar (seperti bensin) atau infeksi virus, bisa memicu kelainan darah. Dr. Mika mengatakan, bagi pasien wanita, harus lebih sering kontrol, terutama jika ia hamil.
Pasien dengan kelainan darah boleh saja hamil asalkan melakukan kontrol rutin. Ia tak perlu kuatir karena penyakitnya tidak mempengaruhi janin yang dikandungnya. Yang tak kalah penting, Anda harus waspada, jika mengalami gejala pendarahan yang tidak normal, seperti darah yang terus mengucur. Khusus bagi wanita, kelainan darah juga mempengaruhi menstruasi.
Jadi, Anda harus memperhatikan jika menstruasi berlangsung lama (lebih dari seminggu), atau sering (terjadi dua kali dalam sebulan).

Periksakan kondisi darah anda di Global Farma
Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-3276533

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/hidup-dengan-darah-tidak-normal/

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB