Monday, 7 March 2016

Apa itu HIV?

HIV atau Human immunodeficiency virus  adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus yang merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi tidak berdaya dalam melawan infeksi. 
Sampai saat ini belum bisa dipastikan sumber utama penyebab adanya virus HIV. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1959 dari sampel darah seorang laki-laki dari Kinshasa di Republik Congo dan tidak dIketahui bagaimana ia terinfeksi.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindrom atau infeksi yang timbul akibat virus HIV dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan demikian akan mempermudah semua jenis virus menjangkiti tubuh manusia tanpa takut diserang oleh imun tubuh lagi, seperti SIV (Simian immunodeficiency virus) dan FIV (Feline immunodeficiency virus).

Statistik Penderita HIV AIDS 
Statistik penderita HIV AIDS di Indonesia cukup memprihatinkan. Sekitar 170.000-210.000 dari kira-kira 220.000.000 penduduk Indonesia positif mengidap HIV AIDS. Dan jumlah kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai kira-kira 5.500 jiwa.
Seperti yang dilansir dari Banjarmasin Post edisi 30 November 2015 Banjarmasin adalah kota tertinggi di Kalsel dengan kasus HIV AIDS di 2015 yaitu 27 penderita HIV, dan 10 Penderita AIDS

Bagaimana Penularannya?
  • Berhubungan intim dengan seseorang yang mengidap HIV.
  • Transfusi darah yang telah terkontaminasi virus HIV
  • Penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi virus HIV.
  • Menular dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi saat hamil, melahirkan, dan menyusui.
  • Akan tetapi, virus HIV tidak bisa menular melalui sentuhan air mata, keringat, berpelukan, maupun menghirup udara yang sama dengan orang yang mengidap HIV.
Pencegahan? 
  • Melakukan hubungan intim yang aman yaitu dengan menggunakan alat pelindung (kondom).
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan tes dan pengobatan infeksi menular seksual, termasuk HIV.
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan memakai jarum suntik bersama-sama.
  • Melakukan terapi antiretroviral untuk mencegah bertambahnya HIV di dalam tubuh dan agar sel kekebalan tubuh dapat bertahan lama untuk melindungi tubuh dari infeksi.
Dari uraian diatas tentunya kita telah memahami betapa berbahayanya penyakit HIV/AIDS. Terlebih sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang benar-benar dapat mengobati penyakit ini secara total. Pengobatan yang ada selama ini hanya untuk mengurangi rasa sakit atau memperlambat penyebaran virus penyakit ini di dalam tubuh penderita. 

Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda yang hidup dengan lingkungan yang rentan terhadap resiko penularan penyakit mematikan ini melakukan diagnosa lebih awal terhadap infeksi penyakit ini. Lalu, bagaimana caranya? 

Pertama, ketahui gejala atau tanda-tanda penyakit pada penderita. Ketika seseorang terinfeksi virus penyakit ini, dua atau empat minggu kemudian, penderita akan menemukan beberapa gejala dari penyakit ini pada tubuhnya. Dengan mengetahui gejala yang dialaminya, tentunya pasien akan mengetahui atau memutuskan langkah lanjutan yang tepat dan cepat untuk memerangi virus mematikan yang menyerang tubuhnya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan tes laboratorium secara teratur untuk mengecek kondisi kesehatan Anda dan keamanan Anda terhadap virus penyakit mematikan ini.

Pemeriksaan laboratorium antibodi HIV dapat anda dapatkan di Laboratorium Global Farma.

Hubungi 

Laboratorium Global farma
Jl.A.Yani Km 6,6 No.55
DEPAN GIANT STORE
Kertakhanyar Kalsel
Telp : 0511.327.6533 
web : www.laboratoriumglobal.com

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin

Diolah dari berbagai sumber



0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB