Thursday, 17 March 2016


Masalah berat badan menjadi epidemi kesehatan terbesar di dunia, karena hampir 30 persen dari seluruh populasi kini mengalami obesitas. Permasalahan kegemukan ini hadir di menjadi polemik di berbagai negara di belahan dunia, termasuk Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara yang masuk kedalam urutan 10 besar negara dengan penderita obesitas terbanyak di seluruh dunia.

Obesitas sangat dikenal sebagai penyebab diabetes maupun penyakit jantung. Hasil penelitian London Shcool of Hygiene and Tropical Medicine menunjukan apabila tren obesitas terus berlanjut, diperkirakan akan diikuti dengan peningkatan kasus kanker.

 Penelitian tersebut menggunakan data dari catatan GP yang melibatkan lebih dari lima juta orang Inggris dengan usia 16 tahun dan lebih tua yang bebas dari kanker dan telah diikuti selama tujuh setengah tahun. Risiko terjadinya 22 jenis kanker didapat berdasarkan estimasi dari body mass index (BMI). Mereka menghitung apabila rata-rata BMI di populasi meningkat akan terjadi peambahkan sebanyak 3.790 kasus kanker pada 2026.
Perhitungan BMI tersebut juga menyebabkan peningkatan berat badan meningkatkan risiko kanker rahim 62 persen lebih tinggi, kandung empedu 31 persen, ginjal 25 persen, leher rahim 10 persen, tiroid dan leukemia 9 persen lebih tinggi. BMI tinggi juga meningkatkan risiko kanker lainnya termasuk hati (19 persen), usus besar (10 persen), ovarium (9 persen), dan kanker payudara (5 persen).

Variasi ini memberitahu bahwa BMI sangat mempengaruhi risiko kanker melalui sejumlah proses yang berbeda, tergantung pada jenis kanker.

Mengapa obesitas dikaitkan dengan kanker?

Ada sejumlah teori yang mencoba menjelaskan, di antaranya:

- Jaringan lemak dapat menghasilkan jumlah kelebihan hormon tertentu yang dapat mengganggu pertumbuhan sel-sel normal
- Obesitas dapat menyebabkan peradangan pada jaringan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko jaringan tersebut menjadi kanker
- Lemak bisa mengganggu langkah protein yang dirancang untuk menjaga pertumbuhan sel. 

Jadi, sudah tahukan betapa "berat" nya masalah berat badan yang satu ini?
Kontrol faktor resiko bagi anda yang mengalami obesitas dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya 
1. Glukosa (untuk mendeteksi DM)
2.Kolesterol total, HDL kolesterol, LDL kolesterol (untuk mendeteksi adanya gangguan metabolisme lemak)
3. Tekanan darah
4. Asam urat

Pemeriksaan tersebut diatas dapat anda lakukan di Golab. 
Kunjungi kami di

Laboratorium Global (GOLAB)
Jl. A. Yani Km 6.6 No. 55
Kertak Hanyar Kab. Banjar KalSel
Telp: 0511-3276533

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
#Klinikglobal
#klinikglobalbanjarmasin
#klinikbpjs
#faskesbpjs
#klinikkemoterapikalimantan 

Diolah dari berbagai sumber

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB