Thursday, 4 February 2016

         Saat ini dunia kesehatan ramai membicaran tentang Virus Zika. Virus Zika yang bersumber dari gigitan nyamuk diperkirakan telah menyebabkan cacat lahir yang serius pada ribuan bayi di Brasil. Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease, mengatakan melalui New England Journal of Medicine, bahwa virus Zika menyebar bersamaan dengan virus West Nile, Chikungunya dan Dengue.
 
          Zika, Dengue, dan Chikungunya disebarkan oleh spesies nyamuk yang sama, yaitu Aedes aegeypti. Nyamuk Aedes aegypti dapat ditemukan di sekitar kita, misalnya di dalam genangan air. Penyakit-penyakit akibat virus tersebut hingga saat ini dapat dideteksi dengan sejumlah tes , namun belum ada tes untuk infeksi Zika dan pengobatannya bersifat suportif. Gejala awalnya mirip satu sama lain,yaitu demam ringan, nyeri, dan munculnya ruam. namun komplikasinya berbeda: artritis reaktif pada Chikungunya, demam berdarah pada Dengue, dan cacat bawaan pada Zika. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan diagnosis pada tahap awal dan menyebabkan konsekuensi yang buruk.
 
ada 3 hal tentang Zika yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir Huffingtonpost:
 1. Hubungan antara virus Zika dan microcephaly dicurigai, tetapi belum dikonfirmasi.
   
   Microcephalus adalah suatu kelainan pada kepala bayi, dimana ukuran kepala lebih kecil dari pada ukuran normal. Kondisi ketidaksempurnaan pertumbuhan dan perkembangan otak yang biasanya dimulai kala di dalam kandungan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan.

    Pejabat kesehatan Brazil mengatakan, ada hubungan antara Zika dan microcephaly, namun para ahli dari WHO dan lainnya yang berbicara kepada The Huffington Post belum mengonfirmasi.
     Dr. Anna Durbin, seorang vaccinologist dan ahli dalam demam berdarah dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, memuji Brasil untuk penyelidikan kuat mereka ke masalah ini, tetapi bila mengikuti perspektif WHO, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus Zika menyebabkan cacat lahir.
 2. Zika virus disebarkan oleh nyamuk.
       Nyamuk Aedes aegypti adalah pembawa yang paling umum dari penyakit ini dan Aedes albopictus adalah nyamuk lain yang juga berpotensi. Mereka berasal dari Afrika dan Asia. Aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai nyamuk macan Asia dengan ciri garis-garis putih, dianggap spesies nyamuk yang paling agresif. 
3. Pencegahan
      Tidak ada, tepatnya belum ada vaksin untuk virus Zika, begitu juga dengan obat untuk menyembuhkannya. Mengonsumsi banyak cairan dianggap mampu meredakan gejala yang ditimbulkan seperti demam, sakit dan nyeri. Karena itu, pencegahan adalah yang terpenting.cara yang paling efektif untuk mencegah virus ialah menjaga perkembangan nyamuk dengan menghindari adanya genangan air pada properti Anda, pengaturan perangkap nyamuk, dan mungkin melakukan semprot nyamuk secara masal. 

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB