Thursday, 18 February 2016

Definisi
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL. Zat gula didapat dari makanan yang kita cerna dan serap. Molekul-molelul gula tersebut masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula tanpa bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Dalam hal ini, insulin berperan sebagai pembuka pintu bagi masuknya zat gula ke dalam sel. Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun. Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka. Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya, seperti pola makan yang buruk, juga dapat menyebabkan hipoglikemia.
Penyebab
Hipoglikemia bisa disebabkan oleh:

a. Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas,
b. Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi, yang diberikan kepada penderita diabetes untuk              menurunkan kadar gula darahnya,
c. Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal,
d. Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa di hati.
e. Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut koson
f. Kekurangan nutrisi.
g. Efek samping dari obat-obatan, seperti propranolol untuk hipertensi, asam salisilat untuk rematik, dan kina untuk malaria.

Gejala hipoglikemia 

 

Jika kadar gula darah terlalu rendah, maka tubuh termasuk otak tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dan jika itu terjadi, seseorang yang menderita hipoglikemia akan ditandai dengan gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Lelah
  • Pusing
  • Pucat
  • Bibir kesemutan
  • Gemetar
  • Berkeringat
  • Merasa lapar
  • Jantung berdebar-debar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
Penderita hipoglikemia yang kondisinya makin memburuk akan mengalami gejala-gejala seperti:
  • Gangguan penglihatan
  • Seperti kebingungan
  • Gerakan menjadi canggung, bahkan berperilaku seperti orang mabuk
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Hilang kesadaran
Gejala yang memburuk tersebut umumnya terjadi ketika kadar darah turun secara drastis akibat hipoglikemia yang tidak mendapat penanganan tepat.
Jika Anda menderita diabetes dan curiga sedang mengalami hipoglikemia, disarankan untuk segera menemui dokter jika kondisi Anda tidak mengalami perubahan positif, meski sudah diobati misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis.
  
Diagnosa 
  • Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriksaan kadar gula darah.
  • Penyebabnya bisa ditentukan berdasarkan riwayat kesehatan penderita, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium sederhana.
  • Jika dicurigai suatu hipoglikemia autoimun, maka dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya antibodi terhadap insulin.
  • Untuk mengetahui adanya tumor penghasil insulin, dilakukan pengukuran kadar insulin dalam darah selama berpuasa (kadang sampai 72 jam).
  • Pemeriksaan CT scan, MRI atau USG sebelum pembedahan, dilakukan untuk menentukan lokasi tumor
Tentunya Jangan lupa untuk melakukan Pemeriksaan di Laboratorium Global Farma Banjarmasin.
Pemeriksaan Laboratorium Banjarmasin
Medical check up Banjarmasin
Segera hubungi atau datang langsung ke Laboratorium Global farma
Jl.A.Yani Km 6,6 No.55
DEPAN GIANT STORE
Kertakhanyar Kalsel
Telp : 0511.327.6533 
web : www.laboratoriumglobal.com

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
Apa Saja Fase Demam Berdarah? Secara garis besar ada 3 fase gejala demam berdarah, yaitu Fase Demam, Fase Kritis, dan Fase Pemulihan.

Bersumber dari: Memahami 3 Fase Demam Berdarah (DBD) | Mediskus.com
Apa Saja Fase Demam Berdarah? Secara garis besar ada 3 fase gejala demam berdarah, yaitu Fase Demam, Fase Kritis, dan Fase Pemulihan. Fase Demam pada DBD Gejala khas dari demam berdarah dengue (DBD) ataupun Demam Dengue (DD) adalah demam tiba-tiba, sakit kepala (biasanya terletak di belakang mata), nyeri otot dan nyeri sendi, serta ruam pada kulit. Pada fase demam, seseorang mengalami demam tinggi, sering lebih dari 40° C, dan disertai dengan nyeri umum dan sakit kepala; ini biasanya berlangsung 2-7 hari. Terkadang juga disertai muntah. Ruam kulit sebanyak 50-80% terjadi pada demam hari pertama atau kedua berupa kulit yang memerah, atau bisa juga muncul pada demam hari 4-7, ruamnya mirip campak. Bintik-bintik perdarahan atau petechiae (baca: pteki) dapat muncul pada fase ini, juga bisa terjadi pendarahan ringan dari selaput lendir, mulut dan hidung. Demam pada DBD memiliki gambaran klasik yaitu biphasic; tinggi di awal, turun pada hari 3-4 dan bisa demam lagi pada hari ke 5-6, meskipun ada variasi yang berneda; artinya pola demam seperti ini tidak selalu muncul.

Bersumber dari: Memahami 3 Fase Demam Berdarah (DBD) | Mediskus.com

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB