Monday, 15 February 2016


Sebuah ban dapat berfungsi dengan baik pada kendaraan jika diisi dengan volume gas yang cukup. Namun, apa jadinya jika volume gas yang kita berikan lebih dari seharusnya. Ban akan mendapatkan tekanan yang tinggi sehingga menggembung, mengeras dan akhirnya pecah. Ketika ban di kendaraan pecah, kendaraan tidak dapat berfungsi dengan baik. Ban rusak dan perlu diperbaiki, bahkan diganti dengan yang baru.

Kejadian itu tanpa kita sadari terjadi di dalam tubuh kita, ban di kendaraan seumpamanya pembuluh darah. Jika terus mendapatkan tekanan akibat volume darah yang meningkat, maka pembuluh darah tidak akan mampu menahan. Akibatnya, pembuluh darah akan pecah. Akan tetapi, pembuluh darah kita bukanlah ban kendaraan yang jika rusak dapat diganti dengan yang baru. Pembuluh darah yang pecah akan merusak fungsi organ lain, menghambat kerja mereka. Dampaknya bisa fatal, seseorang dapat meninggal.

Menurut data World Heart Federation, saat ini sedikitnya 970 juta orang di dunia mengalami hipertensi dan jumlahnya akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang hipertensi yang tidak terkontrol, tujuh kali lebih berisiko terkena stroke, enam kali lebih berisiko terkena gagal jantung dan tiga kali lebih berisiko terkena serangan jantung. Hipertensi yang tidak terkendali juga akan merusak ginjal.

Dalam kondisi tersebut, penderita hipertensi tidak hanya dihadapkan pada risiko menjalani perawatan seumur hidup, akan tetapi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Hipertensi akan merusak organ secara diam-diam selama bertahun-tahun sebelum menunjukkan gejala.
Seseorang dikatakan hipertensi jika memiliki tekanan darah = 140/90 mmHg. Lalu, bagaimana dengan orang yang memiliki tekanan darah 130 mmHg? Apakah termasuk ke dalam golongan hipertensi atau normal, sedangkan tekanan darah normal ada di angka < 120/80 mmHg.

Perlu kita ketahui, bahwa penyakit hipertensi terbagi menjadi beberapa kelompok,  seperti tergambar dalam tabel di bawah ini.
Kategori
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Optimal    
≤ 120
≤ 80
Normal
120-129
80-84
Prehipertensi
130-139
85-89
Hipertensi
≥140
≥90
Hipertensi ringan (stage 1)
140-159
90-99
Hipertensi sedang (stage 2)
160-179
100-109
Hipertensi berat *(stage 3)
≥ 180
≥100

Meski hipertensi tergolong berbahaya dan sering dialami, bukan berarti pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui

1.      Penurunan berat badan bagi mereka yang kelebihan berat badan

2.      Diet makanan sehat
3.      Mengurangi asupan natrium
4.      Olah raga dan istirahat yang cukup
5.      Mengurangi konsumsi alkohol dan menghentikan kebiasaan merokok
6.      Menghindari obat-obatan yang beresiko meningkatkan tekanan darah
7.      Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah



Kontrol tekanan darah juga dapat dilakukan dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium untuk mengatasi secara dini manifestasi dari hipertensi. 
Laboratorium Global Farma memberikan pelayanan Paket Hipertensi.
Hubungi
Lab.Global
Jl.A.Yani Km 6,6 No.55 Kertakhanyar
Kab.Banjar
Telp 0511.3276533

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin


Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB