Wednesday, 3 February 2016



Selain foto rontgen, USG dan CT scan, pemeriksaan deteksi dini kanker dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dengan bahan darah. Pemeriksan ini biasa disebut penanda tumor (tumor marker). 
Penanda tumor adalah suatu substansi yang dapat ditemukan dalam tubuh karena adanya kanker, biasanya ditemukan dalam darah atau urine, yang diproduksi langsung oleh sel-sel kanker atau tubuh sendiri sebagai respon terhadap adanya kanker atau kondisi lain. Mayoritas petanda tumor adalah protein.
Penanda tumor ini ada beberapa macam. Beberapa hanya terdapat dalam satu jenis kanker, lainnya bisa terdapat dalam beberapa jenis kanker. Marker ini didapatkan dengan memeriksa darah menggunakan antibodi manusia yang akan bereaksi dengan protein spesifik dari tumor tersebut.
Penanda tumor ini sangat berguna untuk skrining dan deteksi awal kanker. Skrining digunakan pada pasien sehat yang tidak memiliki keluhan maupun gejala klinis. Sedangkan deteksi awal berarti menemukan kanker pada stadium awal, sebelum penyebaran dan masih berespon baik terhadap pengobatan.
Manfaat kedua dari petanda tumor adalah membantu menentukan jenis kanker dan membantu diagnosis penyebaran tumor ketika tumor primer(asal)nya belum diketahui. Penanda tumor juga dapat digunakan untuk menunjukkan agresivitas kanker seseorang atau seberapa baik responnya terhadap obat tertentu. Hal ini mengingat beberapa jenis kanker menyebar lebih cepat dibanding kanker yang lain.
Tumor marker juga digunakan untuk mendeteksi adanya kekambuhan (relaps) kanker setelah terapi. Beberapa wanita yang sudah mendapatkan terapi untuk tumor payudara selama bertahun-tahun, tetap harus melakukan pemeriksaan kadar Ca 15-3. Hal ini kadang dapat mendeteksi berulangnya kanker bahkan sebelum munculnya gejala klinis atau terbukti dari pemeriksaan MRI, pada kasus kanker colorectal, pemeriksaan CEA juga dapat mendeteksi kekambuhan.
Dan yang paling penting dari manfaat petanda tumor adalah untuk monitoring terapi kanker, utamanya pada kanker stadium lanjut. Jika petanda tumor yang diperiksa spesifik dengan jenis kanker, akan sangat mudah untuk mengetahui respon terapi daripada harus melakukan foto toraks ulang, CT scan, bone scan atau pemeriksaan lain yang relatif lebih mahal. Jika kadar petanda tumor menurun, hampir selalu merupakan indikasi keberhasilan terapi, begitu juga sebaliknya.

PENANDA TUMOR SPESIFIK  
Alpha fetoprotein(AFP)
Kadar normal AFP biasanya <20ng/ml. Kadar AFP akan meningkat pada dua dari tiga pasien dengan kanker hati, kadar AFP ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran tumor. Pada pasien dengan kanker hati, kadar AFP meningkat hingga >500ng/ml tapi perlu diwaspadai pula bahwa kadar AFP juga meningkat pada hepatitis akut dankronis tapi kadarnya jarang melebihi 100ng/ml. Kadar AFP juga meningkat pada kanker testis tertentu dan kanker ovarium tertentu meskipun jarang.

CA 15-3
Penanda tumor ini biasanya digunakan untuk monitoring kanker payudara. Peningkatan kadarnya dijumpai <10% pasien dengan stadium awal dan sekitar 70% pasien dengan stadium lanjut. Kadarnya akan turun seiring dengan berhasilnya pengobatan.

CA 125
Merupakan penanda tumor standar untuk monitoring selama atau setelah terapi kanker epitel ovarium yang merupakan jenis kanker epitel ovarium tersering. Lebih dari 90% wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut memiliki kadar CA 125 yang tinggi.

CA 19-9
Sebenarnya penanda ini dikembangkan untuk kanker kolorectal, tapi ternyata lebih sensitif terhadap kanker pankreas. Kadar normal <37 U/ml, kadar yang tinggi pada awal diagnosis menunjukkan stadium lanjut dari kanker.

Carcinoembryonic antigen (CEA)
Penanda tumor untuk monitoring pasien dengan kanker kolorektal selama atau setelah terapi, tetapi tidak bisa dipakai untuk skrining atau diagnosis. Kadarnya bervariasi antar laboratorium, tapi kadar >5ng/ml dapat dikatakan abnormal.

Human chorionic gonadotropin (HCG)
Juga dikenal sebagai beta-HCG. Kadarnya meningkat pada pasien dengan beberapa jenis kanker testis dan ovarium dan kanker choriocarcinoma. Kadar HCG ini dapat membantu diagnosis, monitoring terapi juga mendeteksi berulangnya kanker pasca terapi.

Prostat-specific antigen (PSA)
Adalah penanda tumor untuk kanker prostat. Satu-satunya marker untuk skrining kanker jenis umum. Kadarnya meningkat pada kanker prostat dankadang-kadang pada Benign prostat hiperplasia (BPH). Kadar PSA < 4 ng/ml menunjukkan bukan kanker, kadar >10ng/ml mengindikasikan adanya kanker, sedangkan kadar 4-10 ng/ml merupakan daerah abu-abu dan biasanya perlu dilakukan biopsi atau diperiksakan free PSA, jika free PSA meningkat >25% dari total PSA kemungkinan besar tidak ada kanker prostat, tapi apabila kenaikan free PSA < 10%, kemungkinan terjadi kanker prostat lebih besar.
 
Jadi apabila anda mempunyai keluhan atau ada riwayat keluarga yang menderita kanker, segera periksakan ke dokter anda. 
Semoga membantu.

Laboratorium Global
Jl.A.Yani Km 6,6 No.55
Kertakhanyar Kab.Banjar Kalsel.
0511.327.6533
emeriksaan ini biasa disebut penanda tumor (tumor marker)

Jawaban TanyaDok.com di : https://www.tanyadok.com/tekno/deteksi-kanker-lewat-pemeriksaan-darah

#pemeriksaanlaboratoriumbanjarmasin
#pemeriksaanlabbanjarmasin 
#ceklabbanjarmasin 
#ceklaboratoriumbanjarmasin
#cekupbanjarmasin
#cekkesehatanbanjarmasin
#medicalchekupbanjarmasin
foto rontgen, USG, CT scan

Jawaban TanyaDok.com di : https://www.tanyadok.com/tekno/deteksi-kanker-lewat-pemeriksaan-darahf
foto rontgen, USG, CT scan

Jawaban TanyaDok.com di : https://www.tanyadok.com/tekno/deteksi-kanker-lewat-pemeriksaan-darah

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB