Monday, 4 January 2016


Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyebab kematian anak di sebagian negara Asia, termasuk Indonesia.

Pengenalan gejala DBD sejak dini, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, adalah salah satu langkah penting pencegahan kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berbahaya ini. Pada umumnya penyakit ini memang lebih mudah menyerang anak-anak, terutama balita. Namun bukan berarti orang dewasa boleh aman, karena orang dewasa pun bisa terjangkit atau tertular melalui gigitan nyamuk aedes agypti. Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh adanya virus dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes agypti. Maka dari itu, ketika nyamuk menggigit satu orang yang terkena virus dengue, maka orang lain juga bisa tertular virus dengue tersebut apabila digigit oleh nyamuk yang sudah membawa virus tersebut. Virus dengue ini akan mengganggu sistem pembekuan darah yang terjadi di dalam tubuh.

Gejala Klinis
Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata.Selain itu, dapat terjadi bintik-bintik merah pada beberapa bagian tubuh. Pada kondisi yang lebih jarang, dapat terjadi pendarahan ringan dari gusi dan hidung. Gejala dapat memburuk dan mengancam nyawa akibat kebocoran pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit. Situasi ini membawa risiko pendarahan dalam, gangguan pada paru-paru, ginjal, dan jantung serta sakit parah pada bagian perut.

Diagnosis Laboratorium

Pemeriksaan Laboratorium meliputi pemeriksaan hematologi, hemostasis dan imunoserologi. Pemeriksaan hematologi yang penting yaitu hitung trombosit (trombositopenia <100.000/ul), hematokrit (meningkat >20%) dan hitung leukosit (leukopenia). Pemeriksaan hemostasis yang penting pada tahap awal adalah uji bendungan (uji tourniquet). Pada stadium lebih lanjut penetapan D-Dimer dan Protombine Time memastikan sudah adanya koagulasi intra vascular menyebar. Pemeriksaan serologi meliputi pemeriksaan NS1 dan pemeriksaan IgM dan IgG antibodi terhadap DBD. 

Laboratorium Global Farma melayani pemeriksaan lengkap DBD yaitu hematologi rutin, hemostasis dan serologi Dengue IgG IgM.




Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB