Monday, 14 December 2015




SGOT dan SGPT merupakan eznim yang sangat terkait dengan kondisi kesehatan organ liver dalam tubuh kita, kedua enzim ini berada di dalam sel-sel organ hati (liver). Kedua enzim ini akan tumpah ke dalam aliran darah kita ketika terjadi luka (apapun penyebabnya) pada organ liver tersebut. Pada dasarnya enzim adalah protein yang terdapat pada seluruh tubuh yang masing-masing dari enzim ini memiliki fungsi yang unik bagi tubuh. Umumnya enzim membantu mengkalisasi reaksi kimia secara rutin yang dibutuhkan oleh tubuh agar sehat.

Enzim aspartat aminotransferase (AST) juga dikenal dengan nama serum glutamic oksaloasetat transaminase (SGOT) dan biasanya ditemukan dalam kergaman jaringan yang meliputi jantung, hati, ginjal, otak dan otot. Ketika salah satu dari jaringan ini rusak, maka dilepaskan ke serum. Misalnya, karena gangguan atau penyakit jantung atau dengan gangguan otot maka volume dalam serum meningkat.

Enzim alanin aminotransferase (ALT) juga dikenal dengan nama serum glutamic piruvat transaminase (SGPT). Enzi mini mayoritas, terkonsentrasi di organ hati. Akan tetapi bukan berarti enzim ini hanya terdapat dalam organ hati, melainkan sebagian besar berada dalam organ liver. Walau demikian, mayoritas ketika nilai enzim SGPT (ALT) seseorang meningkat hal ini menjadi tolak ukur akan adanya penyakit pada organ liver atau hati kita. Maka kadar enzim tersebut meningkat. Peningkatan pada nilai enzim ini juga bisa disebabkan karena mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat hepatoxic (melukai liver) atau keracunan bahan kimiawi. Mengkonsumsi alcohol secara berlebihan juga bertanggung jawab untuk peningkatan kadar enzim tersebut.

Manifestasi Klinik Hasil SGOT dan SGPT

Kondisi yang meningkatkan kadar SGOT/AST :
  • Peningkatan tinggi ( > 5 kali nilai normal) : kerusakan hepatoseluler akut, infark miokard, kolaps sirkulasi, pankreatitis akut, mononukleosis infeksiosa
  • Peningkatan sedang ( 3-5 kali nilai normal ) : obstruksi saluran empedu, aritmia jantung, gagal jantung kongestif, tumor hati (metastasis atau primer), distrophia muscularis
  • Peningkatan ringan ( sampai 3 kali normal ) : perikarditis, sirosis, infark paru, delirium tremeus, cerebrovascular accident (CVA)
Kondisi yang meningkatkan kadar SGPT/ALT adalah :
  • Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut, nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia)
  • Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear, hepatitis kronis aktif, sumbatan empedu ekstra hepatik, sindrom Reye, dan infark miokard (SGOT>SGPT)
  • Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis, perlemakan hati, sirosis Laennec, sirosis biliaris.
SGOT dan SGPT merupakan enzim yang dapat ditemukan pada sel-sel hati. Karena itu jika terjadi kerusakan (nekrosis) sel-sel hati, seperti yang terjadi pada infeksi akut virus hepatitis, enzim-enzim tersebut keluar dari sel hati dan masuk ke dalam darah. Semakin banyak sel-sel hati yang rusak, semakin tinggi pula kadar SGOT/SGPT yang terukur di dalam darah.

LABORATORIUM GLOBAL FARMA melayani pemeriksaan penunjang diagnosa SGOT dan SGPT.. cek kesehatan jantung dan hati anda,,,Terima Kasih :)


Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB