Friday, 11 December 2015


Apakah Anda tiba-tiba pernah merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian sendi, terutama sendi jempol kaki disertai dengan bengkak kemerahan? Jika pernah mungkin Anda menderita penyakit asam urat atau nama lainnya adalah penyakit pirai atau gout. Asam urat adalah peradangan yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat.

Gejala Penyakit Asam Urat

Biasanya gejala berupa rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba tersebut akan berlangsung selama tiga hingga sepuluh hari, dengan puncak rasa sakitnya yang akan dirasakan dalam enam hingga dua puluh empat jam pertama serangan asam urat tersebut dimulai.
Setelah tiga hingga sepuluh hari, biasanya rasa sakit pada sendi tersebut akan menghilang dan sendi akan tampak seperti semula tanpa adanya pembengkakan. Kendati terlihat sembuh, namun radang sendi ini umumnya bisa kambuh.
Meski dapat muncul kapan saja, gejala seringkali terasa di malam hari. Selain gejala yang disebut di atas, gejala penyakit asam urat lainnya adalah:
  • Pembengkakan di dalam dan di sekitar sendi yang mengalami radang.
  • Kulit di atas sendi yang terlihat memerah dan mengilap.
  • Rasa sakit yang tidak tertahankan terutama ketika sendi tersentuh benda apa pun, bahkan jika tersentuh selimut sekali pun.
  • Saat radang pada sendi mereda, kulit pada area tersebut terlihat mengelupas dan terasa gatal 

Penyebab munculnya penyakit asam urat

Penyebab penyakit asam urat adalah tingginya kadar asam urat. Asam urat merupakan limbah yang terbentuk dari pemecahan zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Setiap harinya, asam ini dibuang dari tubuh kita melalui ginjal. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah produksinya, maka sisanya akan menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal-kristal tajam natrium urat.

 Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang rawan dan membuat lapisan lembut pada sendi yang disebut  sinovium mengalami radang yang terasa menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu berarti penderita sedang mengalami serangan asam urat.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat, diantaranya adalah:

Obesitas
Kegemukan atau kelebihan berat badan merupakan penyebab penyakit asam urat. Bukan hanya itu obesitas juga dapat memicu berbagai komplikasi penyakit lain.

Konsumsi minuman keras
Orang yang gemar minum minuman keras memiliki risiko yang tinggi terhadap penyakit asam urat.

Konsumsi makanan tinggi zat purin
Penyakit asam urat juga bisa disebabkan karena makanan. Salah satunya yaitu makanan yang tinggi akan kandungan zat purin seperti daging, ikan dan telur. Konsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi dan berminyak akan memicu serangan asam urat.

Akibat diet
Penyakit asam urat juga bisa dipicu akibat melakoni diet yang terlalu ketat. Terkadang akibat menjalani diet seseorang akan merasa kelaparan sehingga kadar asam urat pada darah akan meningkat secara drastis ketika protein tubuh dipecah menjadi energi.

Penyakit ginjal
Asam urat tinggi juga bisa dipicu karena adanya gangguan pada fungsi ginjal. Misalnya penyakit gagal ginjal kronis sehingga membuat ginjal gagal berfungsi sebagaimana mestinya.

Penyakit tertentu
Penyakit lain yang dapat memicu asam urat yaitu leukemia, psiorasis sehingga menyebabkan produksi asam urat.

Obat-obatan
Obat obatan yang kita konsumsi ternyata juga mempengaruhi produksi asam urat sehingga dalam jangka panjang cukup berbahaya. Terutama obat-obatan warung yang banyak mengandung zat kimia.

Pemeriksaan Laboratorium
Untuk mengetahui berapa kadar asam urat dalam tubuh Anda, maka perlu dilakukan beberapa pemeriksaan seperti berikut:
 1. Tes Asam Urat Dalam Darah
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah anda Perlu diketahui bahwa bisa saja terdapat perbedaan acuan antara laboratorium satu dengan yang lainnya. Namun jangan khawatir, karena biasanya laboratorium akan mencantumkan acuan yang dipakai. Berikut salah satu acuan kadar asam urat normal.
a. Perempuan : 2.4–6.0 miligram per desiliter (mg/dL)
b. Laki-laki : 3.4–7.0 mg/dL
c. Anak-anak: 2.0–5.5 mg/dL 

2. Tes Asam Urat Dalam Urine
Jika ginjal tidak dapat membuang asam urat dari darah secara normal, kadar asam urat dalam urine akan menurun. Hal ini karena asam urat menumpuk dalam darah, sehingga tidak terbuang melalui urine. Di sisi lain, kadar asam urat yang tinggi di dalam urine akan merangsang pembentukan batu ginjal. Oleh karena itu, tes urine diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya batu ginjal akibat kadar asam urat tinggi. Selain itu, tes urine juga membantu menyelidiki penyebab tingginya kadar asam urat  dalam darah.
Untuk melakukan tes ini, catat waktu Anda buang air kecil pertama kali di pagi hari. Hal ini berguna untuk menandai waktu awal pengumpulan urine 24 jam. Urine dari buang air kecil pertama tidak perlu disimpan. Simpan urine mulai dari buang air kecil kedua dan seterusnya hingga 24 jam. Masukkan urine ke kantong sampel yang diberikan laboratorium. Bawa ke laboratorium untuk diperiksa. Kadar asam urat normal di dalam urine yang dikumpulkan selama 24 jam adalah 250-750 mg atau 1,48-4,43 milimoles (mmol).

Apabila anda merasakan gejala dan ciri ciri asam urat segera konsultasikan dengan dokter dan selalu periksa kadar asam urat anda dilaboratorium secara berkala, agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif lagi.

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB