Sunday, 13 December 2015


Jumlah penderita diabetes melitus meningkat drastis di Indonesia. Berdasarkan data Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) Pusat, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia sebagai negara penderita diabetes melitus pada tahun 2015 dengan 9,1 juta pasien diabetes. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1 dari 100 penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengidap diabetes melitus. Bahkan, 1 dari 10 penduduk diketahui terkena pre-diabetes. Parahnya, ditemukan juga fakta bahwa 4 dari 6 penderita diabetes tidak mengetahui bahwa dirinya terkena diabetes melitus.

Ada beberapa faktor resiko penyakit diabetes melitus yang harus mendapatkan perhatian serius agar bisa terhindar dari penyakit ini, yaitu:

1. Riwayat Keluarga
Faktor keturunan atau genetik punya kontribusi untuk seseorang terserang penyakit diabetes. Anak dari orang tua dengan diabetes memiliki resiko 40% terkena penyakit ini.

2. Obesitas Atau Kegemukan
Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin. Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak.

3. Usia
Usia diatas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin.

4. Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

5. Merokok
Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap resiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Merokok dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan resistensi insulin. Semakin banyak merokok, semakin besar pula risiko terkena diabetes.

6. Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
Manakan berkolesterol tinggi juga diyakini memberi kontribusi yang cukup tinggi untuk seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Batasi konsumsi kolesterol tidak lebih dari 300mg per hari.

7. Stres Dalam Jangka Waktu Lama
Kondisi stres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin.

8. Hipertensi
Hubungan antara hipertensi dengan diabetes mellitus sangat kuat karena
beberapa kriteria yang sering ada pada pasien hipertensi yaitu peningkatan tekanan
darah, obesitas, dislipidemia dan peningkatan glukosa darah

9. Kehamilan
Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insuline. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beriso terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus.

10. Ras
Ada beberapa ras manusia di dunia ini yang punya potensi tinggi untuk terserang diabetes melitus. Peningkatan penderita diabetes di wilawah Asia jauh lebih tinggi dibanding di benua lainnya. Bahkan diperkirakan lebih 60% penderita berasal dari Asia.

11. Konsumsi Alkohol
Mengonsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan radang kronis pada pankreas (pankreatitis) sehingga memengaruhi kemampuan memproduksi insulin yang akhirnya menyebabkan diabetes.
Mengetahui status diabetes dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam mengambil keputusan seseorang mengidap diabetes melitus atau tidak.

Pemeriksaan Fisik
Poliuri, polidipsi dan polifagi adalah gejala pengidap diabetes melitus. Poliuri adalah penderita sering buang air kecil, terutama pada malam hari, dan dengan volume yang banyak. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah tidak bisa ditoleransi oleh ginjal, dan agar urin yang dikeluarkan tak terlalu pekat, ginjal harus menarik sejumlah banyak air dari dalam tubuh. Polidipsi adalah terus merasa haus karena tubuh menarik sejumlah besar cairan. Polifagi adalah kondisi sering merasa lemas. Insulin yang bermasalah membuat sel tubuh tak bisa menyerap gula dengan baik.

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan kadar glukosa darah puasa, 2 jam PP, dan pemeriksaan glycated hemoglobin, khususnya HbA1C. Pemeriksaan glukosa darah toleransi adalah pemeriksaan kadar gula dalam darah puasa ( sebelum diberi glukosa 75 gram oral) , 1 jam setelah diberi glukosa dan 2 jam setelah diberi glukosa . Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat toleransi tubuh terutama insulin terhadap pemberian glukosa dari waktu ke waktu.Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan ialah urinalisa rutin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan sebagai self-assessment untuk memantau terkontrolnya glukosa melalui reduksi urin.

Lakukan pemeriksaan secara rutin dan konsultasi dengan dokter Anda jika ada keluhan yang tidak biasa.

Laboratorium Global Farma melayani pemeriksaan di parameter yang dibutuhkan dokter Anda untuk membantu diagnosa penyakit lebih baik.

Hubungi Tim Lab.Global Farma untuk check up kesehatan Anda.

Salam Sehat Sukses Sejahtera 

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB