Saturday, 19 December 2015




http://1.bp.blogspot.com/-jXIUc5YZJWc/T_O6u988rQI/AAAAAAAAAN8/ngcnNNhsv6E/s1600/img-8.jpg 
Pengertian :
C-reactive protein (CRP) adalah suatu protein yang dihasilkan oleh hati, terutama saat terjadi infeksi atau inflamasi di dalam tubuh. Namun, berhubung protein ini tidak bersifat spesifik, maka lokasi atau letak organ yang mengalami infeksi atau inflamasi tidak dapat diketahui. Pemeriksaan CRP juga telah dikembangkan menjadi high-sensitivity CRP sehingga dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya penyakit jantung pada masa depan. Pada pasien penderita penyakit autoimunitas, CRP juga dapat dihasilkan tubuh dalam jumlah besar, contohnya pada penderita rheumatoid arthritis, lupus, atau vasculitis.
 
Manfaat       : 
Pengukuran kadar CRP sering digunakan untuk memantau keadaan pasien setelah operasi. Pada umumnya, konsentrasi CRP akan mulai meningkat pada 4-6 jam setelah operasi dan mencapai kadar tertinggi pada 48-72 jam setelah operasi. Kadar CRP akan kembali normal setelah 7 hari pasca-operasi. Namun, bila setelah operasi terjadi inflamasi atau sepsis maka kadar CRP di dalam darah akan terus menerus meningkat. sehingga pengukuran CRP sering digunakan untuk mengetahui apakah pasien dalam kondisi terinfeksi atau mengalami inflamasi tertentu. 

Persiapan pasien : 
Tidak ada persiapan khusus tetapi diperbolehkan puasa selama 12 - 14 jam.

Specimen : 
serum atau plasma heparin.

0 komentar:

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB