Thursday, 3 December 2015







Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. Penyebab anemia defisiensi besi, yaitu:


Malnutrisi
Kurangnya asupan zat besi dalam makanan menjadi penyebab anemia nomor satu di Indonesia. Jarangnya memvariasikan menu makanan menjadi faktor utama yang menyebabkan anemia. Penderita anemia perlu meningkatkan jumlah konsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan membuat menu makanan yang memenuhi konsep ‘pedoman gizi seimbang’. Makanan seperti bayam, tahu, brokoli, ikan, dan daging merah memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Thalassemia

Thalassemia merupakan penyakit genetik yang menyerang sel darah merah, ditandai dengan kondisi sel darah merah yang rusak sehingga umur selnya menjadi lebih pendek daripada sel darah normal. Tingkat penderita talasemia di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik, penderita talasemia berisiko tinggi untuk mengalami anemia.

 

Masa Kehamilan
Pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena peningkatan produksi eritropoetin sedikit, oleh karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Sedangkan pada awal trimester kedua pertumbuhan janin sangat cepat dan janin bergerak aktif, yaitu menghisap dan menelan air ketuban sehingga lebih banyak kebutuhan oksigen yang diperlukan. Akibatnya kebutuhan zat besi semakin meningkat untuk mengimbangi peningkatan produksi eritrosit dan rentan untuk terjadinya anemia, terutama anemia defisiensi besi.

Pendarahan secara Berlebihan saat Menstruasi

Menstruasi atau haid adalah penyebab yang umum dari anemia defisiensi besi pada wanita yang berada dalam masa produktif atau subur. Anemia akan muncul ketika terjadi pendarahan secara berlebihan pada beberapa siklus menstruasi. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah menorrhagia.

 

Efek Samping Obat Anti-inflamasi Non-steroid (OAINS)

Selain itu, pemakaian ibuprofen dan aspirin dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan pendarahan pada sistem pencernaan. Kedua obat ini digolongkan dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). OAINS memiliki efek samping yang bisa menyebabkan tukak pada dinding lambung. Jika dibiarkan, luka pada lapisan dinding lambung bisa mengalami pendarahan terus-menerus dan secara perlahan-lahan sehingga akhirnya menyebabkan anemia.

 

Malabsorpsi
Malabsorpsi adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa menyerap nutrisi termasuk zat besi dari makanan yang dicerna tubuh. Kondisi malabsorpsi juga bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Malabsorpsi contohnya bisa terjadi dalam kondisi berikut ini:
  • Penderita penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten
  • Intoleransi usus terhadap bahan makanan tertentu seperti laktosa dalam susu
  • Penderita penyakit Crohn
  • Penderita kolitis ulseratif
  • Pascaoperasi pengangkatan bagian lambung yang dikenal sebagai gastrektomi

Infeksi Cacing Tambang

Cacing tambang adalah parasit yang hidup di dalam usus halus manusia. Banyak orang yang terinfeksi cacing tambang dan tidak menyadarinya karena tidak memiliki gejala yang signifikan. Cacing tambang menyerap dan mencerna sel darah merah dari dinding usus halus. Infeksi yang parah bisa menyebabkan kehilangan selera makan, penurunan berat badan, kelelahan, dan anemia defisiensi besi.

 

Hal Lain sebagai Pemicu Anemia

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, terdapat beberapa faktor yang membuat orang kehilangan banyak darah. Kecelakaan bisa membuat seseorang kehilangan banyak darah. Diperlukan beberapa waktu agar tingkat sel darah merah dan persediaan zat besi tubuh korban kecelakaan dapat pulih kembali. Selain itu, mendonorkan darah dalam jumlah yang besar bisa menyebabkan anemia. Anemia juga bisa terjadi pada orang yang mimisan berlebihan atau sering. Terutama pada orang lanjut usia, anemia bisa terjadi akibat gagal ginjal kronis, kanker perut, dan kanker usus besar.

Pemeriksaan Laboratorium yang dapat dilakukan untuk pemantauan anemia defisiensi besi adalah pemeriksaan Hemoglobin (Hb), Penentuan Indeks Eritrosit (MCV, MCH dan MCHC), Pemeriksaan Hapusan Darah Perifer, Luas Distribusi Sel Darah Merah (RDW), Besi Serum (SI), Serum Transferin (Tf), Transferrin Saturation dan Serum Feritin

Laboratorium Global Farma melayani pemeriksaan darah untuk membantu penegakan diagnosa apakah Anda terkena Anemia atau tidak ? 

Segera hubungi : 
Laboratorium Global 
Jl.A.Yani Km 6,5 No.55 
Kertak hanyar Kab.banjar 
kalsel.



Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB