Tuesday, 15 December 2015


Sebenarnya apa itu Rhesus?

Pada umumnya golongan darah biasa dikenal dengan sistem ABO, jarang masyarakat mengenal golongan darah rhesus positif dan negatif. Dalam sistem ABO, golongan darah terbagi menjadi empat macam: A, B, AB, dan O, sedangkan dalam sistem rhesus, golongan darah terbagi menjadi dua yaitu rhesus positif dan rhesus negatif. Kedua sistem penggolongan ini berbeda satu sama lain.

Perbedaan antara rhesus positif dan negatif adalah terletak pada kandungan antigen (karbohidrat dan protein). Rhesus darah positif memiliki kandungan antigen, sedangkan rhesus negatif tidak memiliki kandungan antigen.

Rhesus adalah protein (antigen) yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Sistem penggolongan berdasarkan rhesus ini ditemukan oleh Landsteiner dan Wiener tahun 1940. Disebut “rhesus” karena saat itu Landsteiner-Wiener melakukan riset dengan menggunakan darah kera rhesus (Macaca mulatta), salah satu spesies kera yang banyak dijumpai di India dan Cina. Mereka yang mempunyai faktor protein ini disebut rhesus positif. Sedangkan yang tidak memiliki faktor protein ini disebut rhesus negatif.

Kenapa Kita Penting mengetahui Golongan Rhesus kita?

Mengenali rhesus khususnya rhesus negatif menjadi begitu penting karena di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki rhesus negatif. Persentase jumlah pemilik rhesus negatif berbeda-beda antar kelompok ras. Pada ras bule (seperti warga Eropa, Amerika, dan Australia), jumlah pemilik rhesus negatif sekitar 15 – 18%. Sedangkan pada ras Asia, persentase pemilik rhesus negatif jauh lebih kecil. Menurut data Biro Pusat Statistik 2010, hanya kurang dari satu persen penduduk Indonesia, atau sekitar 1,2 juta orang yang memiliki rhesus negatif. Karena persentasenya sangat kecil, jumlah pendonor pun amat langka, sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit.

Pengaruh Dari berbedanya golongan Rhesus

Orang yang darahnya ber-rhesus negatif tidak bisa mendapat donor dari orang yang darahnya be-reshus positif, begitupun sebaliknya. Jika seandainya, orang yang darahnya be-rhesus negatif dialiri darah orang be-rhesus positif, maka kemungkinan orang tersebut bisa meninggal. Ini terjadi karena di dalam darah orang yang be-rhesus positif terdapat kandungan antigen, ketika darah ini mengalir di dalam tubuh yang didalamnya mengalir rhesus negatif maka darah itu akan dianggap sebagai benda asing sehingga antibody (sistem pertahanan tubuh) akan menghancurkan benda asing tersebut dan akibatnya akan terjadi penggumpalan darah sehingga terjadi kematian. 

Dalam kasus perbedaan rhesus ini juga, pasangan (yang berbeda rhesus) kemungkinan besar tidak bisa memiliki keturunan. Jika terjadi fertilisasi, rhesus ibu dan janin berbeda, maka antibody akan menghancurkan benda asing (janin) pada ibu, karena janin tersebut dianggap benda asing karena perbedaan rhesus, sehingga terjadi kematian/keguguran janin atau bisa saja bayinya lahir, tapi akan terjadi pembengkakan pada hati bayi, gagal jantung, kuning dan anemia.
 
Jadi sudah taukah golongan Rhesus anda?
Segera periksa golongan Rhesus anda ke Laboratorium Global Farma.


Source : Berbagai Sumber

 
 

Popular Posts

Kunjungi Web Official GOLAB